Disdik Wondama Ragu, Siswa SD dan SMP Lulus di Masa Pandemi
beritapapua.id - salah satu kegiatan Dinas Pendidikan bersama siswa di Wasior (foto : antara)

Walaupun dengan kondisi pandemi seperti ini pendidikan di Indonesia terus berjalan. Dan pada akhirnya siswa-siswi baik dari SD sampai SMP beberapa hari yang lalu telah lulus meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Ini juga merupakan kabar baik bahwa memang kondisi pandemi seperti saat ini tidak menghalangi proses belajar mengajar di Indonesia.

Namun lulusnya peserta didik itu pada kondisi pandemi seperti ini nyatanya ada yang merasa pesimis terhadap kemampuan mereka. Salah satunya adalah Johan Windesi selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

Ia secara terbuka mengatakan bahwa merasa pesimis dengan kemampuan siswa SD maupun SMP yang baru saja lulu di masa Covid-19.

Ia merasa bahwa siswa SD dan SMP saat pandemi seperti ini akan sulit menyerap pembelajaran dengan baik. Hal itu karena memang tidak ada pembelajaran tatap muka serta tak ada dukungan dari jaringan internet.

“Tidak ada pembelajaran tatap muka serta kesulitan jaringan internet mendukung metode pembelajaran secara daring, maupun dengan modul baru dinilai belum cukup membantu para siswa untuk bisa menyerap pengetahuan secara baik,” kata Johan Windesi di Wasior, Sabtu.

Ia juga berpendapat, pola pembelajaran baru itu pasti akan mempengaruhi kesiapan anak-anak dalam menghadapi pendidikan selanjutnya.

Selain itu ia juga merasa ada kemungkinan anak itu berkualitas ataupun kemungkinan tidak berkualitas. Dan itu semua merupakan tanggung jawab besar yang jadi perhatian Dinas Pendidikan dan guru-guru di sekolah.

Kesulitan Untuk Masuk Jenjang Pendidikan Lebih Tinggi

Ia sendiri merasa khawatir terhadap para siswa SD dan SMP yang lulus tahun ini akan kesulitan saat masuk di jenjang pendidikan lebih tinggi.

Sebab, menurutnya, banyak sekolah di Wondama tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara daring, luring maupun dengan modul secara maksimal karena berbagai kendala terutama keterbatasan jaringan internet.

Baca Juga : Provinsi Papua Barat Selalu Terbuka Terima Keberagaman Suku

Hal tersebutlah menjadi alasan bagi para guru dan pihak sekolah meresa kesulitan untuk mengukur kemampuan para siswa.

Karena itu pihaknya mendorong semua siswa yang lulus di tahun ini agar terus mengasah pengetahuan dengan belajar secara mandiri.

Para orang tua juga diimbau hendaknya memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka agar menyiapkan diri secara baik sebelum masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Dinas Pendidikan akan membuat tindak lanjut untuk membantu sekolah-sekolah dengan menyiapkan peralatan dan fasilitas untuk mendukung pembelajaran secara daring, luring ataupun modul sehingga dapat berjalan dengan baik. Karena kita belum tahu pandemi ini berakhir sampai kapan,” tambah dia.