Disdikbud Fokus Targetkan Vaksinasi Kepada Tenaga Pendidik
beritapapua.id - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo (foto : jubi)

Pemberian vaksinasi terus semua kalangan gejot, hal ini bukan tidak lain untuk memutusnya penyebaran Covid-19. Seperti halnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura yang saat ini tengah fokus untuk memberikan vaksinasi kepada tenaga pendidik.

Hal ini seperti yang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Provinsi Papua, Fachruddin Pasolo sampaikan. Ia mengatakan saat ini tengah fokus menuntaskan vaksinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tingkat TK, PAUD, SD, SMP, dan MTs.

Pemberian vaksinasi tersebut karena awal Juni rencananya akan berlangsung belajar tatap muka. Dan ia menargetkan agar dapat bisa tuntas 100 persen.

“Ini dilakukan karena rencananya awal Juni akan dilakukan belajar tatap muka atau BTM sehingga kami kejar target bisa tuntas 100 persen,” ujar Pasolo di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (18/5/2021).

Baru Menerima Suntik Vaksi Jenis Sinovac Sekitar 33,48 Persen

Pasolo menyatakan bahwa tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac baru 33,48 persen atau 1.200 dari 3.984 orang. Data tersebut adalah hasil dari pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

Dan ia juga mengatakan bahwa vaksinasi ini akan menuntaskannya pada Juni 2021 ini.

“Yang belum divaksin akan dituntaskan Juni 2021. Itu perintah Bapak Wali Kota,” ujar Pasolo.

Baca Juga : Ulasan Lengkap : Apa Itu Trias Politica dan Penerapannya di Indonesia

Ia juga menambahkan, meski pemberlakukan sistem BTM sudah mulai, namun sistem pembelajaran di ibukota Provinsi Papua ini, tetap mengacu pada dua sistem pembelajaran yaitu online dan offline.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi sekolah maupun komite sekolah atau orangtua ada yang setuju dan tidak setuju bila diberlakukan BTM. Harapan saya pembelajaran di masa pandemi ini berjalan lancar sehingga setiap peserta didik tidak ketinggalan mata pelajaran,” ujar Pasolo.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan rencana BTM sudah ada, meskipun masa pembelajaran hanya 2 atau 3 jam.

Majid mengatakan bahwa sekitar 70 persen lagi tenaga pendidik yang harus menerima vaksinasi tersebut. Karena ia menegaskan setiap kepala sekolah maupun guru harus wajib mendapatkan vaksinasi.

Dalam hal ini tenaga pendidik masih kurang mendapatkan vaksinasi karena terkendala kekosongan vaksin. Untuk itu ia berharap agar bisa fokus mengejar target 100 persen vaksinasi.