Disdukcapil Sorong Kebobolan, 5 Komputer Hilang
beritapapua.id - kantor Disdukcapil Kota Sorong di police line (foto : istimewa)

Kepolisian Resort Sorong Kota menyelidiki kasus pencurian lima unit komputer pelayanan dokumen kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, pada masa libur Lebaran.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, jajarannya telah menerima laporan kasus pencurian tersebut dan sedang melakukan penyelidikan. Menurutnya, dari laporan yang pihaknya terima bahwa sebanyak lima unit komputer hilang tercuri. Satu unit di ruang sekretariat dan empat unit di ruang pelayanan publik.

Menurut Ary, pihaknya pada Senin kemarin sudah ke tempat kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami juga telah memasang garis polisi agar masyarakat mengetahui ada peristiwa yang diselidiki,” ujarnya.

Ary menuturkan, untuk sementara, pihaknya baru menerima laporan kehilangan komputer belum ada laporan kehilangan barang lainnya. Ia juga mengatakan, karena kehilangan komputer tersebut pelayanan kepada masyarakat berjalan tidak baik atau mengalami kendala.

Kantor Disdukcapil Kota Sorong Belum Ada CCTV

Disdukcapil kota Sorong mengakui bahwa kantor tersebut tidak memiliki kamera pengintai atau CCTV. Hal itu membuat tidak dapat merekam aksi pencurian lima komputer pelayanan semasa libur lebaran.

“Belum ada kamera pengintai atau CCTV di dalam kantor. Tahun ini akan dilakukan pengadaan sekaligus dengan terali besi pada pintu dan jendela kantor,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kota Sorong, Onesimus Assem saat dikonfirmasi wartawan, Senin.

Baca Juga : Sejarah Konflik Israel – Palestina Fase Yunani dan Masehi

Ia mengakui pula bahwa peristiwa pencurian saat libur lebaran tersebut, tidak ada petugas keamanan atau satpam yang bertugas menjaga kantor. Hal ini karena petugas tersebut sakit dan minta izin untuk istirahat. Karena situasi itu mungkin membuat pencuri itu dapat membobol jendela dan mengambil lima unit komputer pelayanan.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat kota Sorong atas kejadian tersebut. Karena kejadian tersebut membuat pelayanan pengurusan dokumen kependudukan untuk sementara waktu berhenti.

Selain itu ia juga menambahkan bahwa pihaknya hanya melayani pengambilan dokumen kependudukan yang telah selesai pihaknya urus sebelum kejadian pencurian.

Kepala Dinas menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan membuka kembali pelayanan pengurusan dokumen kependudukan, namun pihaknya mengupayakan agar pelayanan cepat berjalan kembali.