Djoko Tjandra Tertidur Saat Sidang Pengadilan
Beritapapua.id - Djoko Tjandra Tertidur Saat Sidang Pengadilan - Kompas

Djoko Tjandra Tertidur Saat Sidang Pengadilan – Ketua Majelis Hakim Muhammad Sirad menegur terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra karena tertidur saat sidang kasus surat jalan palsu pada Selasa (20/10).

Sidang Djoko Tjandra ini digelar secara virtual dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Alih-alih menyimak dengan seksama eksepsi dari kuasa hukumnya, Djoko Tjandra malah tertidur dalam sidang tersebut. Hal ini menyebabkannya mendapatkan teguran dari majelis hakim.

“Sebentar. Terdakwa, terdakwa diminta agar tidak tidur. Dengar tidak, terdakwa diminta tidak tidur,”tegas Sirad lewat pengeras suara.

Setelah mendapatkan teguran, Djoko Tjandra kemudian terbangun dan menegakkan posisi duduknya, dan mengambil sikap serius. Sirad kemudian meminta Djoko Tjandra untuk mendengarkan pembacaan eksepsi.

“Terdakwa mohon didengarkan (pembacaan eksepsi), jangan tidur,” ujar Sirad.

“Dengarkan, karena nanti terdakwa akan dimintakan tanggapan terkait eksepsi di akhir sidang,” tambah Sirad.

Setelah itu, kuasa hukum Djoko Tjandra pun kembali melanjutkan pembacaan eksepsi.

Baca Juga: Penembakan Prajurit TNI di Pegunungan Bintang

Eksepsi Djoko Tjandra

Dalam eksepsinya, Djoko Tjandra meminta agar tidak dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadapnya.

“Menyatakan perkara pidana Nomor 1035/Pid.B/2020/PN.Jkt.Tim atas nama terdakwa Joko Soegiarto Tjandra tidak dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar penasihat hukum Djoko Tjandra saat membacakan eksepsi dalam persidangan.

Selain itu, kuasa hukum Djoko Tjandra meminta agar kliennya dibebaskan dari dakwaan jaksa, dan meminta hakim agar memerintah jaksa untuk mengeluarkan Djoko Tjandra dari rumah tahanan.

“Memulihkan hak terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dalam kedudukan, kemampuan dan harkat serta martabatnya seperti semula. Memerintahkan kepada penuntut umum untuk mengeluarkan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dari rumah tahanan,” sambungnya.

Permintaan lain dari kuasa hukum Djoko Tjandra adalah agar penuntut umum mengembalikan harta Djoko Tjandra yang telah disita.

“Memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk mengembalikan seluruh barang atau harta benda milik terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dan atau milik orang lain/pihak ketiga yang disita terkait dengan perkara ini, tanpa kecuali,” ujarnya.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa bersama dengan Anita Kolapaking dan Brigjen Prasetio Utomo terkait pemalsuan surat jalan. Saat itu, status Djoko Tjandra adalah terpidana perkara pengalihan hak tagih Bank Bali, dan telah menjadi buron sejak 2009.