Doa Nabi Yunus
Doa Nabi Yunus Doa untuk Mereka yang Punya Hajat

Doa Nabi Yunus: Doa untuk Mereka yang Punya Hajat – Semua orang pasti memiliki hajat dan keinginan. Mulai dari keinginan pribadi hingga keinginan keluar dari masalah. Bahkan, tak sedikit dari kita yang memberikan segala apa yang kita punya untuk mendapatkan keinginan tersebut. Kita kerap semakin giat berdoa hingga mengerjakan amalan sunnah.

Dalam sebuah hadis, terdapat doa bagi umat muslim yang dalam kesulitan dan memiliki keinginan. Salah satunya ialah doa Dzun Nuun atau doa Nabi Yunus. Lantas, apa itu doa Dzun Nuun?

Dzun Nuun adalah sebutan lain dari Nabi Yunus. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda perihal doa Nabi Yunus tersebut,

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus merupakan doa yang mustajab. Hadis menyebut doa tersebut akan mengangkat masalah dan mengabulkan keinginan. Lantas, apa keutamaan doa tersebut hingga begitu mustajab?

Kemuliaan Nabi Yunus

Baca juga: Masih Ada Kendala Pada Vaksinasi di Papua

Untuk mengetahui kekuatan doa Dzun Nuun, sebelumnya marilah kita kembali mengingat kisah Nabi Yunus. Satu bagian yang paling populer dari kisah tersebut adalah Nabi Yunus tertelan ikan paus yang sangat besar. Dalam surat Al Anbiya ayat 87-88, Allah berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)

Dalam ayat tersebut, Nabi Yunus pergi dengan keadaan marah dan kecewa karena kaumnya tak mau mendengarkan kebenaran darinya. Lantas, ia pergi dari kaumnya menggunakan kapal saat kaum tersebut mendapat azab dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Nabi Yunus pergi menggunakan sebuah kapal yang saat itu, kapal tersebut terombang-ambing di laut. Agar dapat terus berlayar, awak kapal harus membuang salah satu orang karena mereka sudah membuang semua beban yang ada pada kapal. Untuk itu, mereka melakukan undian untuk siapa yang akan dilempar ke laut.

Qadarallah, nama Nabi Yunus keluar tiga kali secara berturut-turut. Akhirnya, Nabi Yunus menjadi orang yang dilempar ke laut oleh awak kapal. Allah ta’ala kemudian mengirimkan ikan paus dan memerintahkannya untuk menelan Nabi Yunus.

Namun, di sanalah letak hikmah kisah Nabi Yunus. Kala mendapatkan masalah besar, Nabi Yunus justru bertobat kepada Allah dan meminta ampunan.

3 Keistimewaan Doa Dzun Nuun Ada

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN

(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat aniaya)

Yang menjadikan doa Nabi Yunus kuat ada 3 hal. Yakni,

  1. Pengakuan Tauhid, bahwa tiada Tuhan selain Allah
  2. Mengakui kekurangan diri
  3. Memohon ampun kepada Allah

Dengan demikian, kekuatan doa terletak pada hal tersebut. Akan menjadi sia-sia jika melafalkan doa tanpa menghadirkan elemen tersebut pada diri. Semoga kajian ini dapat menambahkan keimanan kita semua.