Doa Saat Hujan Deras
Doa Saat Hujan Deras yang Tidak Kunjung Berhenti

Doa Saat Hujan Deras yang Tidak Kunjung Berhenti – Memasuki musim hujan, air turun dari langit merata dari Sabang hingga Merauke. Tak sedikit yang bersyukur akan hadirnya nikmat Allah subhanahu wa ta a’la itu. Namun, tak sedikit juga yang resah akan hadirnya hujan.

Mereka yang resah akan hadirnya hujan tak lepas dari kekhawatiran mereka atas bencana yang menimpa. Salah satu musibah yang muncul dari hujan deras ialah banjir. Tak perlu lama, cukup beberapa jam hujan deras saja pekarangan rumah mereka sudah terendam banjir.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan. Bagaimana kita tidak resah akan kehadiran hujan? Padahal, hujan adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28).

Hujan adalah rahmat dan kasih sayang-Nya yang memberikan kehidupan bagi makhluk yang ada di Bumi. Hal ini juga termaktub dalam surat An-Nahl ayat 65,

وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).”

Baca juga: Bule Kerja di Indonesia, Bagaimana Hukumnya?

Untuknya, sebuah hal yang tidak patut seorang muslim lakukan untuk mencela hujan. Bahkan, umat muslim dianjurkan untuk berdoa kala hujan. Sebagaimana dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Lantas, bagaimana dengan saudara kita yang tinggal pada daerah banjir?

Doa Saat Hujan Deras: Jangan Cela Hujan! Ada Hikmah di Baliknya

Islam sebagai agama yang sempurna juga memberikan solusi terhadap hujan yang mendatangkan banjir. Kisah ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kala itu, seorang laki-laki meminta kepada Nabi agar Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan hujan.

Baca juga: Banjir Bandang Menerjang Bondowoso, 200 Rumah Lebih Terendam

Laki-laki itu mengatakan bahwa banyak hewan ternak yang mati lantaran hujan tak kunjung turun. Mendengar hal tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

“Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. 3x”

Syahdan, hujan tersebut turun di tempat tinggal laki-laki itu. Namun, selama 6 hari kemudian hujan tak selesai-selesai. Hujan ini kemudian membawa musibah. Banyak ternak yang mati dan manusia sulit untuk melakukan perjalanan. Atas kejadian tersebut, laki-laki itu meminta kepada Nabi untuk menghentikan hujan.

Nabi pun berdoa,

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”

Kisah itu memiliki hikmah bahwa ketika hujan turun deras dan berpotensi banjir, maka kita dianjurkan untuk membaca doa sebagaimana Nabi.