Dona Kayot Menambah Khazanah Fotografi Indonesia
beritapapua.id - Dona Kayot Menambah Khazanah Fotografi Indonesia - Suara Papua

“Dalam buku 17 Pertiwi Indonesia, salah satunya ada saya. Hanya saya perempuan papua yang hasil karya saya dibukukan bersama karya milik fotografer wanita terbaik Indonesia. Salah satunya adalah Mbak Sandriani Permani Fotografer TNI AU dan Clarissa Peddy – Advertising Photographer,” papar Dona Kayot.

Maria Primadona W. Kayot, atau Dona Kayot, adalah sosok perempuan Papua pertama yang hasil karyanya berhasil bersanding dengan karya fotografer wanita terbaik Indonesia, Sandriani Permani. Dalam buku 17 Pertiwi Indonesia itu, Dona menyuguhkan panorama indah Danau Emfote, yang mana hasil karyanya juga dipamerkan dalam sejumlah acara.

Sebagai salah satu dari 17 pertiwi fotografi, sejumlah pameran pernah ia ikuti. Beberapa di antaranya adalah Pameran Bisnis Pengusaha Muda Jayapura, pameran di Lotte Duty Free Terminal 2D Soekarno Hatta International Departure tahun 2016, Exhibition & Launching Buku 17 Pertiwi Indonesia 16 Agustus 2017, dan Jayapura International Conference tahun 2019.

Perjalanan fotografinya dimulai dari keluarganya. Kala itu, ia beruntung dapat bimbingan langsung dari keluarganya yang memiliki sebuah kamera. Dari sana, peluang Dona untuk menggeluti bidang fotografi terbuka. Dona mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di Darwis Triadi School Photography Jakarta.

“Beranjak dari situ saya sempat kerja sama beliau, dulu juga jadi asistennya beliau, pegang-pegang alat, antar wardrobe [busana]. Setelah itu saya termotivasi untuk buka usaha sendiri,” ungkap Dona.

Seorang fotografer yang andal pasti pernah menjadi asisten fotografi. Hubungan saling menguntungkan antara fotografer dan asistennya inilah merupakan waktu belajar yang sangat mahal bagi seorang asisten. Begitu pula Dona. Menjadi sebuah pengalaman yang begitu berharga untuk bisa menjadi asisten dari fotografer tersohor Indonesia, Darwis Triadi.

Baca Juga: Istana Cinere Milik Anang Hermansyah dan Ashanty Laku Terjual 35 Miliar

Fotografer yang Merambah ke Dunia Bisnis

Dona juga menampilkan kepiawaiannya dalam berbisnis. Sejak tahun 2014, Dona menekuni usaha studio fotonya di Jakarta. Tahun 2018, Dona melebarkan sayap usahanya ke Jayapura, Papua.

Kemampuannya mengelola bisnis tak datang begitu saja. Dona dikenal sebagai sosok yang gemar belajar. Ia sempat mengikuti Program Kewirausahaan Kaum Muda. Ia mengaku, program tersebut membuatnya memahami persaingan harga dalam dunia bisnis studio fotografi. Kelanggengan usaha studio fotonya tak lepas dari pengalamannya mengikuti program tersebut.

“Sangat bermanfaat sekali itu yang membuat bisnis ini bisa bertahan, sustainable (berkelanjutan) ke depannya dan of course (tentu saja) kita harus berinovasi karena persaingan bisnis studio di kota Jayapura mereka main dengan harga yang miring dan gila-gilaan,” jelasnya.

Persaingan dunia fotografi yang ketat tak menyurutkan semangatnya bergumul dalam usaha studio fotografi. Baginya, tak perlu takut untuk memulai bisnis. Tekun dan konsisten adalah kunci sifat yang perlu dipupuk dalam melakoni sebuah bisnis. Ia berharap geliatnya mampu menumbuhkan semangat anak-anak muda papua untuk terjun ke dunia fotografi, bahkan bisnis.

“Anak-anak yang baru memulai usaha jalankan saja, kalau kita tidak memulai kita tidak tahu. Jadi jalankan saja dulu seperti tagline-nya tokopedia, mulai ajah dulu. Kalau tidak mulai dulu, kita tidak tahu pertengahan dan ending-nya seperti apa. Kalau sudah ada niat mau jalankan pasti bisa dan saya selalu tekankan sama teman-teman kalau mau jalankan bisnis harus tekun dan konsisten, kalau tidak konsisten kamu tidak bisa,” ujar Dona dikutip dari suarapapua.com.