DPPAD Papua Akan Wujudkan Pembelajaran Luring di Sekolah
beritapapua.id - Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah, Christian Sohilait saat melakukan kunjungan kerjanya di SMK Yapesli Wamena (foto : jubi)

Sekretaris Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua Protasius Lobya mengatakan, pihaknya tengah berusaha mewujudkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah.

Ia mengatakan bahwa upaya tersebut ada untuk mendorong percepatan vaksinasi bagi para guru. Pelaksanaan vaksinasi sudah mulai pada Selasa (29/6/2021) di Kantor DPPAD Provinsi Papua.

Lobya juga memberikan keterangan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama dari DPPA Papua dengan UNICEF.

“Kegiatan vaksinasi merupakan kerja sama DPPAD Papua dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Sebagai mitra, kami memberikan respons positif atas inisiatif dari UNICEF ini,” ujar Lobya.

Ia berharap, vaksinasi menjadi kewajiban bagi seluruh warga negara. Untuk itu ia berharap agar DPPAD Papua memberikan kesempatan ini kepada pegawai maupun guru yang ada di Provinsi Papua. Dan terutama bagi guru yang ada di Jayapura.

Program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di masa pandemi Covid-19 terutama di dunia pendidikan.

Ia mengatakan, jumlah vaksinasi untuk guru terbilang masih cukup rendah walaupun guru termasuk dalam katagory prioritas. Dan untuk itu ia terus mengejot agar guru bisa segera menerima vaksinasi.

“Semoga, kegiatan dari UNICEF bisa membantu vaksinasi untuk guru dan pendidik di setiap wilayah,” imbuhnya.

Lobya berharap gerakan dari DPPAD Papua mendapat respons baik dari pemerintah kabupaten dan kota. Terlebih, dengan memprioritaskan tenaga pendidik untuk divaksin.

DPPAD Papua : Banyak Permintaan Agar Sekolah Kembali Dibuka

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama satu tahun belakangan ini membuat banyak sekolah tutup. Namun ia mengaku untuk saat ini sudah banyak permintaan agar sekolah kembali dibuka.

Oleh karenanya, percepatan vaksinasi terhadap guru menjadi wacana penting untuk disegerakan.

Baca Juga : Edo Kondologit Ajak Warga Papua Sukseskan PON XX

“Vaksin Covid-19 menjadi kewajiban seluruh warga negara. Kami imbau agar semua guru bisa divaksin. Jumlah ini masih kurang karena jumlah guru kami banyak dan nantinya akan dikomunikasikan dengan guru-guru lainnya,” kata Lobya.

Kendati demikian, kebijakan belajar secara virtual akan masih terus berlaku meski para guru sudah menerima vaksinasi. Alasannya adalah karena kondisi pandemi Covid-19 sampai saat ini masih mengkhawatirkan.

“Secara virtual juga bisa. Jadi jangan sampai ikut alergi dengan pendidikan lewat virtual. Paling penting adalah kondisi fisik anak bisa baik,” kata Lobya.