DPR Papua Minta Perbaiki Masalah di RSUD Jayapura
beritapapua.id - Komisi V DPR Papua saat kunjungan kerja ke RSUD Jayapura, Senin (19/7/2021). (dok. Komisi V DPR Papua)

Lonjakan jumlah kasus pasien Covid-19 di Jayapura membuat Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Jayapura kewalahan dalam menangani lonjakan tersebut. Komisi V DPR Papua juga menemukan ada sejumlah masalah di rumah sakit tersebut ketika menangani lonjakan jumlah pasien Covid-19.

Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke RSUD Jayapura pada Senin (19/7/2021).

Yikwa menyatakan bahwa kapasitas pasien yang sedang menerima perawatan di rumah sakit sudah melebihi kapasitas yang ada. Hal ini membuat ada sejumlah pasien yang menerima perawatan di luar Instalasi Gawat Darurat.

Yikwa juga menerima laporan sejumlah tenaga kesehatan RSUD Jayapura yang menyatakan mereka kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) dan oksigen.

“RSUD Jayapura juga kekurangan tenaga kesehatan. Insentif tenaga kesehatan belum dibayar sejak tahun lalu. Pemprov Papua mesti segera turun tangan menyelesaikan berbagai masalah itu,” kata Timiles Yikwa kepada Jubi, Selasa (20/7/2021).

Ia mengatakan dengan kondisi seperti saat ini, masalah kapisitas yang melebihi batas, kekurangan APD dan Oksigen, serta tunggakan insetif tenaga kesehatan seharusnya bisa segera untuk diselesaikan. Apalagi, saat ini terjadi lonjakan pasien di RSUD Jayapura.

Yikwa menyatakan pihaknya akan menyelesaikan masalah yang terkait dengan anggaran. Ia menyatakan pihaknya akan melaporkan berbagai masalah RSUD Jayapura kepada pimpinan DPR Papua, dan membicarakan masalah itu dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Menurut Yikwa, Komisi V DPR Papua telah meminta pihak RSUD Jayapura untuk merincikan besaran insentif tenaga kesehatan yang belum dibayarkan.

“Insentif tenaga medis itu mesti segera dibayarkan, agar mereka fokus melaksanakan tugasnya,” ujar Yikwa.

Wakil Direktur RSUD Jayapura Berharap Dana BTT Segera Cair

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Jayapura, Silwanus Sumule berharap dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat segera cair untuk membayar insentif tenaga medis, membeli APD, cairan reagen, dan kebutuhan lainnya.

“APD semisal KN95, ada tapi jumlahnya sangat terbatas,” kata Silwanus Sumule.

Baca Juga : Waspada, 10 Pasien Positif Covid-19 Varian Delta di Kabupaten Merauke

Mengenai ruangan rumah sakit yang telah penuh, Sumule menyatakan manajemen RSUD berupaya mencari solusi terbaik. “Kami juga telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, agar segera mendapatkan bantuan seperti APD, oksigen, obat dan bahan habis pakai dan lainnya,” ujarnya.

Sumule mengharapkan semua pemangku kepentingan dapat bekerja cepat dan berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai masalah Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura itu. Saat ini, pasien terus bertambah, dan bisa membuat pihak rumah sakit kewalahan.