DPRD Minta Poltekbang Jayapura Rekrut Lebik Banyak Siswa Asli Papua
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura, Hermes Felle menggelar keterangan pers bersama Direktur Poltekbang Jayapura (foto : jubi.co.id)

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Jayapura, Hermes Felle meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Jayapura untuk merekrut lebih banyak siswa asli Papua. Hal itu Hermes Felle sampaikan saat di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (30/4/2021).

Felle meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura segera mengusulkan agar Bupati Jayapura bersurat kepada Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura.

“Dinas Perhubungan segera mengusulkan Bupati terbitkan surat kerja samanya, sehingga dapat mengakomodir potensi pemuda dan pemudi asli Papua di Poltekbang Jayapura,” ujar Felle dalam keterangan pers pada Jumat.

Felle menyatakan pemuda dan pemudi itu nantinya mempekerjaannya sebagai karyawan dan karyawati Bandar Udara Internasional Theys Hiyo Eluay di Sentani. Menurutnya, Asosiasi Karyawan Karyawati Papua (AKKP) telah merekrut dan melatih 200 orang calon siswa Poltekbang Jayapura, namun anggaran yang tersedia hanya cukup untuk membiayai 48 siswa asli Papua.

“Persoalan pengusulan kuota itu memang menjadi diskusi serius kami, anggota dewan, Poltekbang Jayapura, serta pihak asosiasi dan dinas terkait. Pihak asosiasi ingin seluruh peserta didik dapat direkrut, tentunya dengan mengikuti aturan dan persyaratan yang Poltekbang tetapkan Jayapura,” ujarnya.

Menurutnya, penerimaan siswa baru Poltekbang Jayapura sangat penting untuk menambah jumlah orang asli Papua yang mampu menjadi tenaga teknis di Bandara Internasional Theys Hiyo Eluay.

Pemerintah Segera Buat Perjanjian Kerja Sama

Ia juga minta pemerintah daerah segera membuat perjanjian kerja sama dengan Poltekbang. Hal ini agar bisa menyesuaikan semua kebutuhan dengan perjanjian kerja.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran senilai Rp936 juta untuk membiayai 50 orang asli Papua bersekolah di Poltekbang Jayapura. Awoitauw mengakui anggaran itu tidak cukup untuk membiayai biaya pendidikan 200 siswa yang AKKP usulkan.

Baca Juga : Telusur Asap Bakaran Sate Hingga ke Timur Tengah

“Tahap pertama ada 50 orang. Pihak asosiasi menginginkan agar 200 orang diikutkan sekalian. Hal itu tentunya akan diakomodir setelah melalui seleksi yang dilakukan Poltekbang Jayapura. Jadi, tahap pertama dengan ketersediaan anggaran saat ini. Jika anggaran tersebut tidak digunakan, yang rugi adalah kita sendiri, karena anggaran tersebut akan dikembalikan ke kas negara,” kata Awoitauw.

Benny Suherman juga mengatakan pihaknya menunggu adanya perjanjian kerja sama yang akan Pemerintah Kabupaten Jayapura buat.

“Kegiatan pendidikan akan berjalan ketika ada perjanjian kerja sama,” kata Benny.