Dua Bom Mengguncang Jolo, Filipina
Beritapapua.id - Dua Bom Mengguncang Jolo, Filipina - Detik

Dua Bom Mengguncang Jolo, Filipina – Pada Senin 24 Agustus, dua bom mengguncang kota Jolo, Filipina. Bom yang meledak tergolong dahsyat, dan menewaskan sedikitnya 14 orang.

Dari laporan awal, bom pertama terpasang pada sebuah motor yang sedang terparkir. Dari ledakan bom pertama, setidaknya lima tentara dan empat warga sipil tewas. Ledakan tersebut juga merusak sebuah toko makanan, sebuah toko computer dan dua truk tentara.

“Itu adalah alat peledak improvisasi yang dibawa oleh kendaraan yang meledak saat tentara kami melakukan operasi.” Kata Komandan Militer Regional Letnan Jenderal Corleto Vinluan kepada wartawan.

Ledakan kedua terjadi berselang satu jam dari ledakan pertama. Ledakan kedua adalah serangan bom bunuh diri. Saksi mata mengatakan bahwa pelaku bom kedua adalah seorang wanita. Ledakan tersebut menewaskan pelaku dan seorang tentara.

Selain itu, terdapat juga bom ketiga yang tidak sampai meledak. Bom ketiga yang terdapat pada pasar Jolo, dan langsung berada dalam pengamanan oleh polisi dan tentara.

Pejabat resmi Filipina mengatakan bahwa hampir 75 tentara, polisi dan warga sipil terluka akibat serangan bom tersebut.

Serangan bom ini merupakan serangan yang terparah yang terjadi pada tahun 2020.

Baca Juga: Ezri Ronsumbre, Perempuan Ahli Cuaca BMKG Asal Papua

Dua Pelaku Pengeboman, Salah Satunya WNI

Dua Bom Mengguncang Jolo, Filipina
Beritapapua.id – Dua Bom Mengguncang Jolo, Filipina – Tribun

Komandan Jenderal Angkatan Darat Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan, bahwa kedua peristiwa ledakan terjadi akibat ulah dua pelaku pengeboman.

Seorang wanita asal Indonesia diduga berada di balik serangan bom tersebut. Wanita tersebut merupakan seroang janda dari seorang pria Filipina yang juga menjadi pelaku pengeboman yang pertama. Namun otoritas dari Filipina belum menyebutkan identitas dari wanita tersebut.

Pihak militer Filipina sendiri menyalahkan komandan kelompok Abu Sayyaf, Mundi Sawadjaan atas pengeboman tersebut.

Kelompok Abu Sayyaf sendiri terkenal sebagai kelompok yang paling kejam karena aktivitas mereka yang melingkupi penculikan untuk tebusan, hingga kebrutalannya termasuk pemenggalan kepala.

Amerika Serikat mencantumkan kelompok ini sebagai organisasi teroris, dan belakangan ini organisasi tersebut sudah menyatakan untuk patuh kepada ISIS.