Dua Gempa Guncang Papua
Dua Gempa Guncang Papua

Gempa dengan kekuatan di atas 5 magnitudo mengguncang Papua dan Papua barat, Senin 25 Januari, 2020. Gempa terjadi di Teluk Bintuni dan Jayawijaya. Kedua gempa tersebut berpusat di darat dan bukan laut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama berpusat di di darat 14 km Timur Laut Teluk Bintuni. Gempa tersebut terjadi pada pukul 01:42:07 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,2. Bencana gempa dengan kedalaman 10 km itu terasa hingga Sorong.

Bencana gempa bumi kedua berpusat di darat 53 km Tenggara Jayawijaya. Itu terjadi pada pukul 04:49:36 itu berkekuatan 5,1 magnitudo. Gempa kedua memiliki kedalaman yang lebih dalam, yakni 15 km, dan terasa hingga ke Wamena.

Meski demikian, BMKG menyebut kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Tak berpotensi tsunami,” tulis BMKG melalui akun twitter @infoBMKG, Senin (25/1/2021).

Belum ada informasi terkait korban jiwa dan kerusakan hingga Senin pagi. BMKG mengimbau agar warga tetap waspada perihal bencana gempa bumi. Pasalnya, Papua dan Papua Barat memiliki 9 sesar aktif yang mampu sebabkan gempa.

BMKG: 9 Sesar Aktif Papua Buat Wilayah Rawan Gempa

Baca juga: Bencana Alam Takdir atau Bukan?

Sudah sejak awal Januari gempa mengguncang Papua dan Papua Barat. BMKG mengingatkan bahwa hal ini terjadi lantaran ada 9 sesar yang aktif. Hingga saat ini tercatat sekitar 1.599 gempa terjadi sejak tahun 2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dedy Irjayanto, Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura.

“Sembilan sesar atau patahan yang wajib diwaspadai masyarakat di Papua dan Papua Barat karena pergerakannya yang sangat aktif, hal inilah yang memicu rawan terjadi gempa bumi tektonik,” ungkap Dedy, mengutip dari kabar24bisnis, Jumat (15/01/2021).

Adapun 9 sesar tersebut terletak di berbagai tempat. Antara lain terletak di Sorong, Ransiki pada wilayah Papua Barat. Pada Provinsi Papua, wilayah Serui dan Biak, Zona Patahan Waipoga, Wandamen. Kemudian sesar Zona Lajur Anjak Mamberamo di wilayah Sarmi dan sekitarnya, hingga sesar Sungkup Weyland di Nabire dan sekitarnya.

Dengan demikian, saat ini sudah ada 14 gempa berkekuatan di atas 5 magnitudo terjadi di Papua dan Papua Barat. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan meningkatkan upaya mitigasi bencana.

“Warga yang bermukim di sembilan jalur sesar ini harus meningkatkan mitigasi karena wilayah Papua dan Papua Barat merupakan kawasan rawan terjadi gempa,” imbuhnya.