Duka Mia Khalifa, Karena Ledakan Dahsyat di Tanah Kelahirannya
beritapapua.id - Duka Mia Khalifa, Karena Ledakan Dahsyat di Tanah Kelahirannya - InsideHook

Mia Khalifa yang dikenal sebagai mantan bintang porno ini, mengungkapkan kesedihannya atas ledakan yang terjadi di kota kelahirannya, Beirut, Lebanon. Mia Khalifa mengecam Pemerintah Lebanon yang disebutnya gagal melindungi rakyatnya. Tak hanya itu, ia juga menyamakan situasi tanah kelahirannya dengan Amerika, di mana polisi juga melakukan ketidakadilan kepada warganya.

Setelah itu, perempuan 27 tahun tersebut juga membagikan video yang memperlihatkan benda terbang sebelum ledakan terjadi. Tampaknya benda tersebutlah yang menyebabkan ledakan di Beirut. Mia Khalifa juga menduga ada campur tangan pihak lain yang menyebabkan ledakan tersebut.

Duka Mia Khalifa, Karena Ledakan Dahsyat di Tanah Kelahirannya
beritapapua.id – Duka Mia Khalifa, Karena Ledakan Dahsyat di Tanah Kelahirannya – Tribunnews

Seperti diketahui ledakan tersebut terjadi karena terbakarnya 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di salah satu gudang di kawasan pelabuhan pada 4/8/2020 lalu. Ini merupakan bahan kimia yang digunakan untuk bahan peledak yang menyebabkan nyawa 149 orang melayang dan 5.000 orang lainnya terluka. Data korban tersebut masih terus diperbarui, karena pencarian korban masih dilakukan.

Baca Juga: Millendaru Menjadi Finalis di Ajang Miss International Queen

Ledakan Karena Amonium Nitrat Pernah Terjadi di Jalan Sabang

Selain di Lebanon, ternyata sudah banyak kasus ledakan yang dipicu amonium nitrat. Di Indonesia sendiri pernah terjadi, tepatnya di pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, pada 2 Januari 1999. Seorang ahli bom, A Oemar Daniell mensinyalir bom yang digunakan dalam kasus di Jalan Sabang adalah jenis ANFO yang diisi dengan sumbu api standar. Bom ANFO ini terdiri dari amonium nitrat sebanyak 94 persen dan dicampur dengan oli (solar) sebanyak 6 persen.

Ledakan bom tersebut juga 2pernah terjadi di sebuah dermaga di Texas City, Amerika Serikat, saat pengangkutan 2.300 ton pupuk ke kapal pengangkut pada 16 Apri 1947. Adapun pemicunya hanya rokok yang dinyalakan oleh buruh pelabuhan. Padahal kala itu pemerintah AS telah mengeluarkan aturan melarang merokok saat proses bongkar muat. Akan tetapi buruh pelabuhan malah kerap merokok selama bertugas.

Pada 21 September 1921, sebuah menara silo yang menyimpan sekitar 450 ton pupuk amonium sulfat dan amonium nitrat meledak di pabrik BASF di Oppau. Sekitar 500 hingga 600 orang meninggal dan melukai sekitar 2.000 lainnya. Ledakan itu terasa bermil-mil jauhnya, mencapai Frankfurt dan meninggalkan kawah di lokasi ledakan.

Diketahui amonium nitrat merupakan senyawa kimia dengan formula NH4 NO3 yang dibuat dengan menggabungkan amonium dengan asam nitrat. Ia biasanya digunakan sebagai pupuk untuk keperluan pertanian karena mudah larut. Meski begitu, amonium nitrat juga kerap digunakan sebagai bahan peledak industri.