Efek Domino Covid-19 Berimbas Pada PHK
beritapapua.id - Efek Domino Covid-19 Berimbas Pada PHK - JawaPost

Efek Domino Covid-19 Berimbas Pada PHK – Sudah empat bulan terakhir dunia dilanda wabah virus corona atau Covid 19. Virus ini membuat banyak orang jatuh sakit hingga meninggal dunia. Tidak hanya itu, kebijakan otoritas kesehatan dunia (WHO) dan pemerintah untuk membatasi interaksi dan mengisolasi diri juga berimbas pada kegiatan perekonomian dunia yang mengalami penurunan.

Yang lebih menyedihkan dampak penurunan perekonomian tersebut membuat kinerja perusahaan di berbagai bidang terganggu. Akibatnya kini banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena efek dari wabah tersebut.

Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) akan ada 25 juta PHK yang terjadi di seluruh dunia. Hal tersebut akan terjadi bila wabah tak juga bisa teratasi. Kekacauan itu sendiri telah mulai terlihat jelas saat ini di Amerika Serikat (AS) hingga Austria, kata ekonom Deutsche Bank AG.

Selain itu, gelombang PHK juga sudah mulai terasa di Indonesia. Baru-baru ini terdapat video yang viral mengenai sejumlah karyawan gerai retail Ramayana di Depok yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja. Dalam video tersebut terlihat para karyawan sedih dan saling menguatkan satu dan lainnya.

Menurut Store Manager Ramayana City Plaza Depok, Nukmal Amdar menjelaskan bahwa video yang beredar berisi momen saat dirinya memberitahu para karyawan bahwa perusahaan mengalami penurunan penjualan drastis di tengah pandemi Covid-19.

Tak lama setelah itu, manajamen memutuskan untuk menutup toko dan memutus hubungan kerja 84 karyawannya.

Baca Juga: Jadwal Live Streaming Pekan Suci Paskah 2020

Program Kartu Prakerja untuk Karyawan yang Mengalami PHK

Melihat efek Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di sejumlah wilayah. Pemerintah Indonesia kini tengah melakukan upaya dengan memprioritaskan mereka yang mengalami PHK mendapatkan Kartu Prakerja.

Kartu Prakerja merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial yang mengalami dampak dari wabah Covid-19. Dengan kartu ini, pencari kerja, pekerja yang di-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi diberikan pelatihan disertai dengan insentif uang saku.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang digelar Selasa 8 April 2020, mengatakan sekitar 5,6 juta orang akan menjadi penerima program dengan anggaran Rp20 triliun ini.

“Kartu Prakerja akan segera dimulai tanggal 9 April ini, anggarannya dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun, dan penerima manfaatnya 5,6 juta orang, terutama yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro, dan kecil yang terdampak Covid-19,” jelas Jokowi.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan awalnya Kartu Prakerja dialokasikan bagi para pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi, skema program tersebut diubah oleh pemerintah menjadi bagian dari jaring pengaman sosial bagi mereka yang di-PHK atau dirumahkan akibat wabah Covid-19.

Karena itu, Presiden Jokowi menekankan agar pelaksanaan program-program bantuan jarring pengaman sosial ini tepat sasaran dengan memastikan data penerimanya sesuai nama dan alamat.