Eksotisme Teluk Youtefa Yang Terabaikan
beritapapua.id - Eksotisme Teluk Youtefa Yang Terabaikan - IDN Times

Kawasan Tradisional Bersejarah Teluk Youtefa Kota Jayapura, yang merupakan destinasi wisata yang menampilkan pemandangan eksotik ke lautan Pasifik telah rusak dan diabaikan.

Willy Pedai, salah satu warga masyarakat kota Jayapura di kawasan wisata Youtefa menyesalkan kondisi kawasan wisata Youfeta yang tidak terurus.

“Tempat ini dulu bagus tapi sekarang sudah hancur skali. Sampah dari pasar Youtefa melalui kali Acai juga tiba di sini dan bikin pemandangan rusak, maka Pemkot harus melakukan renofasi kawasan Yotefa seperti sebelumnya,” kata Pedai belum lama ini.

Terpisah, tukang ojek di kawasan pasar Youtefa yang tidak menyebutkan namanya berharap supaya Pemkot Jayapura melalui Dinas Parawisata agar dapat datang melihat dan mendata apa yang harus dilakukan.

Sebelumnya, jembatan Youtefa mempercantik teluk yang berada di kawasan Kota Jayapura, Ibu Kota Papua. Teluk Youtefa merupakan kanvas alam hasil simbiosis ribuan tahun antara laut dan daratan. Kawasan ini memiliki teluk, tanjung, hutan dataran rendah, mangrove dan tentu pantai indah.

Baca Juga: Upaya Pembunuhan Soekarno di Momen Idul Adha

Teluk Youtefa, Spot Wisata Populer

Selain Danau Sentani, Teluk Youtefa menjadi spot yang paling populer bila wisatawan bertandang ke Jayapura. Teluk ini memiliki pemandangan yang khas: pulau-pulau karang yang menjadi aksesoris perairan biru.

Sebagai destinasi wisata bahari, Teluk Youtefa terbilang komplit. Ia memiliki hutan bakau sepanjang 200 meter dari garis pantai. Pohon bakau pun bisa setinggi 7-12 meter, bisa dibayangkan rimbunnya Teluk Youtefa, jauh dari kesan pantai yang terik. Belum lagi ditambah keindahan pantai, tanjung, hutan dataran rendah, Youtefa bisa membuat wisatawan betah.

“Saya berharap Pemerintah Kota melalui Dinas Parawisata agar bisa merenofasi tempat tersebut, agar bisa kembali rame. Tentu saat ini sampahnya bau, tetapi harus di bersihkan supaya menjadi tempat wisata,” katanya.

Setelah direnofasi kata dia, tempat wisata itu harus dijaga, supaya tempat itu tidak dijadikan tempat pembuangan sampah, tetapi juga tempat pesta Miras.

Sejauh ini ada tiga pondok, tetapi kondisinya sudah rusak total, termasuk jembatan yang menghubungkan antara lokasi satu ke lokasi lainnya di pesisir teluk Youtefa lapuk dan tidak bisa digunakan.