Empat Fasilitas Kesehatan Manokwari Harus Tutup Akibat Covid-19
Beritapapua.id - Empat Fasilitas Kesehatan Manokwari Harus Tutup Akibat Covid-19 - Antara

Empat Fasilitas Kesehatan Manokwari Harus Tutup Akibat Covid-19 – Empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat terpaksa harus menutup kegiatan pelayanan kesehatannya karena temuan petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19. Empat fasilitas kesehatan yang kini tutup untuk sementara itu yakni Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Maripi serta ruang bedah RSUD Manokwari.

Ketua Harian Satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring mengatakan Puskesmas Pasir Putih tutup selama dua pekan. Berdasarkan surat edaran resmi dari kepala Puskesmas sudah keluar. Begitu pula ruang bedah RSUD Manokwari sudah tutup sejak beberapa hari lalu.

Sedangkan Puskesmas Maripi dan Sanggeng, harus tutup untuk sementara karena masih menunggu hasil pemeriksaan RT-PCR dari sampel usap para petugas medis yang lain. Jika banyak nakes pada dua Puskesmas itu terkonfirmasi positif maka penutupan layanan akan berlanjut. Henri juga menambahkan jika nanti hasil tesnya banyak yang negatif, maka Puskesmas Maripi dan Sanggeng memungkinkan untuk membuka kembali layanan kesehatan.

Baca Juga: Pidato Pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB

38 Tenaga Kesehatan Manokwari terpapar Covid-19

Empat Fasilitas Kesehatan Manokwari Harus Tutup Akibat Covid-19
Beritapapua.id – Empat Fasilitas Kesehatan Manokwari Harus Tutup Akibat Covid-19 – Antara

Hingga saat ini sudah sebanyak 38 tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Manokwari yang terpapar Covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Manokwari pada 22 September 2020, terdapat 38 nakes yang positif terbagi dalam dua kluster. Yakni kluster nakes rumah sakit serta kluster Puskesmas. Pada kluster rumah sakit terdapat 26 orang terpapar sedangkan Puskesmas 12 orang.

Henri Sembiring, meminta seluruh Nakes ini tidak meremehkan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pasien.

“Termasuk relawan COVID-19, dokter praktik dan petugas medis di apotek. Minimal APD level dua yaitu masker dan handsbone (sarung tangan). Jangan pernah meremehkan APD. Apakah pasien itu jujur atau tidak penggunaan APD untuk nakes itu wajib sebagai upaya untuk melindungi diri agar tidak tertular,” Kata Henri.

Saat ini Kabupaten Manokwari telah mencatatkan sebanyak 267 orang positif Covid-19. Yang mana 126 orang telah berhasil sembuh. Sedangkan 5 orang meninggal dunia, serta 63 orang masih dalam perawatan dan 73 orang menjalani isolasi mandiri. Yang mana dirawat pada beberapa rumah sakit. Yakni RSU Papua Barat, BLUD rumah sakit Manokwari, Rumah Sakit Angkatan Laut, Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit TNI-AD.