Erupsi Kembali Terjadi di Gunung Sinabung
beritapapua.id - Erupsi Kembali Terjadi di Gunung Sinabung - Liputan 6

Gunung Sinabung yang merupakan salah satu gunung berapi aktif, kembali mengeluarkan erupsi berupa memuntahkan asap tebal berserta abu pada senin pagi (10/08/2020). Erupsi tersebut terekam melalui kamera CCTV di pos pemantau Gunung Sinabung (tenggara). Dimana abu vulkanis setinggi 5.000 meter di atas puncak atau 7.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang bertiup ke arah timur dan tenggara. Catatan rekaman seismograf menunjukkan erupsi Sinabung ini memiliki amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 1785 detik. Tinggi kolom abu kurang lebih. Sejumlah kota terdekat pun tertutupi abu tebal.

Erupsi gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada pukul 10.16 WIB ditandai dengan adanya semburkan abu vulkanik. Sesaat kemudian, disusul dengan erupsi berikutnya pada pukul 11.17 WIB, di mana teramati tinggi kolom abu kurang lebih 2.000 meter di atas puncak. Berdasarkan satelit cuaca milik Jepang, Himawari 8, gumpalan berwarna putih keluar dari kawasan Bukit Barisan. Gunung dengan ketinggian 2.460 mdpl ini juga pada bulan Agustus sudah menunjukan aktifitas yang signifikan. Dimana pada 8 Agustus 2020 terjadi dua kali erupsi, dengan tinggi kolom abu kurang lebih 2.000 meter di atas puncak. Kemudian disusul dengan erupsi kedua dengan 1.000 meter di atas puncak.

Ada tiga kecamatan di Kabupaten Karo yang terpapar hujan abu akibat erupsi Gunung Sinabung, yakni Naman Teran, Brastagi dan Merdeka. Yang mana pada wilayah Berastagi dan Merdeka juga sudah terguyur hujan abu vulkanik dari Sinabung pada sabtu lalu. Diketahui erupsi abu vulkanik tersebut menutupi jalan atau fasilitas umum. Adapun hujan abu vulkanik dari Sinabung ini mencampai hingga kawasan Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Langkat di Sumatera Utara. Sehingga menyebabkan jarak pandang di jalan raya terbatas.

Baca Juga: Brand Toshiba Tidak Lagi Memproduksi Laptop

Status Gunung Sinangbung Pada Level III (Siaga)

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Natanail Perangin Angin, menyatakan selama dua kali terjadinya erupsi Sinabung, masyarakat tidak ada yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung. Sebab lokasi erupsi Gunung Sinabung jauh dari pemukiman masyarakat.

Seperti diketahui Erupsi Sinabung berada di kawasan zona merah yang mana warga sudah lama meninggalkan lokasi tersebut. Untuk saat ini gunung Sinabung berada pada status level III (siaga) dengan rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 Kilometernya dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 5 Kilometer untuk sektor selatan-timur dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.

Oleh sebab itu, Natanail menyebutkan agar warga maupun petani tidak memasuki areal zona merah ketika terjadinya erupsi. Adapun dari Pemerintah juga sudah melarang masyarakat untuk tinggal di kawasan zona merah jika terjadi erupsi Gunung Sinabung. Pemerintah Kabupaten Karo juga telah mendistribusikan Masker dan air bersih kepada masyarakat terdampak. Dan menghimbauan kepada warga setempat untuk tetap berada di dalam rumah.