eSport Memenuhi Kriteria Sebagai Cabang Olahraga
beritapapua.id - eSport Memenuhi Kriteria Sebagai Cabang Olahraga - IDN Times

Kehadiran eSport sebagai cabang olahraga menuai kontroversi. Pasalnya, eSport tidak memiliki aktivitas dasar berolahraga seperti berlari, melompat hingga kontak fisik antar pemain. Banyak pihak juga menilai eSport sebagai sebuah permainan ketangkasan elektronik. Namun benarkah eSport tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah olahraga?

Olahraga (sport) berdasarkan definisi Oxford English Dictionary adalah “An activity including physical exertion and skill in which a private or group competes versus an additional or others for enjoyment.” Terjemahan bebas dari definisi di atas adalah “sebuah aktivitas penggunaan fisik dan keahlian seorang atau kelompok melawan orang lain untuk tujuan kesenangan.” Tidak jauh berbeda, KBBI daring mendefinisikan olahraga sebagai “aktivitas yang melibatkan fisik dan ketrampilan dari individu atau tim, dilakukan untuk hiburan.” Dua definisi tersebut memiliki kata kunci aktivitas fisik dan keahlian/ketrampilan.

Professor Ingo Froböse dari The German Sport University memiliki pandangan tersendiri mengenai definisi olahraga. Froböse menyatakan bahwa olahraga tidak hanya diartikan sebagai aktivitas fisik semata. Menurutnya, pergerakan fisik hanya salah satu komponen yang mendefinisikan suatu aktivitas sebagai sebuah olahraga. Kemampuan mental dan berpikir strategis adalah beberapa komponen yang turut mendefinisikan olahraga.

Contoh sederhana adalah olahraga catur. Olahraga ini tidak mengandalkan kekuatan fisik, minim menggunakan anggota tubuh dan aktivitas dasar olahraga seperti berlari atau melompat. Olahraga catur justru mengandalkan kekuatan otak dan mental yang baik. Contoh lainnya adalah olahraga bridge yang juga membutuhkan keahlian merancang strategi saat bermain.

Baca Juga: BIN: Generasi Muda Papua Sebagai Presiden Indonesia

Kriteria Suatu Kegiatan Untuk Dinyatakan Sebagai Olahraga Menurut GAISF

Global Association of International Sports Federations (GAISF) mensyaratkan harus memenuhi kriteria untuk dinyatakan sebagai olahraga. Pertama, memiliki unsur berkompetisi. Kedua, tidak bergantung pada keberuntungan semata. Maksudnya adalah ada unsur ketrampilan/keahlian yang didapat dari berlatih intensif. Ketiga adalah tidak beresiko bagi kesehatan dan keselamatan atlet. Kriteria terakhir adalah tidak membahayakan makhluk hidup lainnya. GAISF adalah asosiasi yang menaungi seluruh federasi internasional olahraga Olimpiade maupun non-Olimpiade.

Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, eSport sudah selayaknya dikategorikan sebagai sebuah olahraga. Permainan ketangkasan ini mengandalkan kekuatan berpikir strategis, membutuhkan serangkaian ketrampilan khusus untuk menunjang performa, dan kestabilan mental. eSport juga memiliki unsur kompetitif dalam permainannya. Lebih lanjut, eSport juga harus ditunjang oleh stamina fisik yang prima karena satu sesi olahraga eSport bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga jam non-stop.