Fakta Nutrisi Sayur Hijau Brokoli, Bisa Mencegah Kanker
beritapapua.id - sayur brokoli (foto : istimewa)

Mitos soal brokoli penghasil gas dalam perut kerap melekat pada sayur hijau satu ini. Oleh karenanya, jarang mereka yang punya maag mau mengonsumsi sayur ini. Namun, apakah faktanya demikian?

Faktanya, brokoli memang memicu produksi gas dalam perut. Tak hanya brokoli, namun kembang kol, semangka, bahkan daun bawang pun mampu memicu gas dalam perut. Umumnya, makanan yang mengandung laktosa, fruktosa, sorbitol, dan serat mampu memunculkan kondisi ini.

Ketika zat tersebut masuk ke tubuh, usus besarlah yang mencerna mereka dengan bakteri. Akibatnya, hasil dari cernaan tersebut memicu gas dalam perut yang biasa keluar dengan kentut.

Namun, tahukah Anda brokoli termasuk dalam pangan super? Artinya, meskipun memiliki efek samping, sayur ini punya banyak nutrisi. Dalam 100 gram brokoli, terdapat 31 kalori. Jumlah ini lebih banyak dari bayam yang hanya mengandung 23 kalori.

Selain itu, brokoli juga tinggi akan kandungan serat. Kandungan serat brokoli dapat mencapai 2,4 gram. Jumlah ini bahkan hampir 3 kali lebih banyak dari kandungan serat pada bayam yakni 0.7 gram saja. Bahkan, sayur ini juga mengandung 2,5 gram protein.

Berikut kandungan nutrisi 100 gram brokoli,

  1. Kalori: 31 Air: 89 persen
  2. Protein: 2,5 gram
  3. Karbohidrat: 6 gram
  4. Gula: 1,5 gram
  5. Serat: 2,4 gram
  6. Lemak: 0,4 gram

Selain itu, brokoli juga kaya akan vitamin. Misalnya vitamin A, B, C, E, K dan folat. Lantas, apa manfaat praktis sayur ini pada tubuh?

1. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh dan Kepadatan Tulang

Variasi vitamin pada brokoli memberikan sejumlah keuntungan pada kesehatan tubuh. Pertama, menjaga sistem kekebalan tubuh dengan kandungan vitamin C. Selain itu, vitamin ini juga bekerja dalam mencegah kulit keriput dan melawan infeksi.

Baca Juga : Siap CPNS? Ini Cara Buat SKCK Secara Online

Selain vitamin C, kandungan vitamin K baik untuk kepadatan tulang. Dengan bantuan kalsium dan fosfor, maka nutrisi ini cukup untuk mencegah tulang dari penyakit osteoporosis.

2. Berpotensi Mencegah Kanker

Brokoli mengandung sulforaphane yang membuat rasa pahit pada sayur ini. Namun, ternyata zat tersebut termasuk dalam zat yang mampu menurunkan risiko kanker. Termasuk dalamnya kanker usus dan paru-paru.

Selain itu, sayur ini juga mengandung antioksidan yang terkenal sebagai penangkal radikal bebas. Efeknya, kesehatan sel tubuh terjaga. Antioksidan juga berperan dalam menurunkan kolesterol dan pembentukan plak dalam pembuluh darah.

Meskipun begitu, kita tidak dapat menafikan efek sampingnya. Bagi kalian yang memiliki penyakit maag, maka makanlah brokoli secara perlahan dan dalam porsi yang kecil. Kemudian, jangan lupa untuk berdoa sebelum mengolah dan memakan, ya!