Festival Lembah Baliem, Sebagai Lambang Kesuburan dan Kesejahteraan
beritapapua.id - Festival Lembah Baliem, Sebagai Lambang Kesuburan dan Kesejahteraan - GenPI

Festival Lembah baliem merupakan acara perang antar suku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambing kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun aman untuk dinikmati.

Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus bertepatan dengan bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya pertama kali digelar tahun 1989. Yang istimewa bahwa festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak suku, atau penyerbuan ladang yang baru dibuka.

Simulasi perang antar suku tersebut rencananya akan menampilkan sekitar 26 kelompok yang terdiri dari 30-50 pejuang. Adegan pertempuran ini diiringi dengan musik tradisional Papua Pikon. Pikon adalah alat musik yang terbuat dari kulit kayu yang menghasilkan suara saat ditiup. Suara yang tercipta menghasilkan musik yang menenangkan. Tidak banyak orang yang bisa memainkan instrumen ini karena membutuhkan keahlian khusus.

Baca Juga: Kota Indah Nirwana di Atas Awan Tembagapura, Papua

Setiap Suku Memiliki Ciri Khas Pakaian

Setiap suku memiliki identitasnya masing-masing dan orang dapat melihat perbedaan yang jelas di antara mereka sesuai dengan kostum dan koteka mereka. Pria Suku Dani biasanya hanya memakai koteka kecil, sedangkan pria suku Lani mengenakan koteka lebih besar, karena tubuh mereka lebih besar daripada rata-rata pria suku Dani. Sedangkan pria suku Yali memakai koteka panjang dan ramping yang diikatkan oleh sabuk rotan dan diikat di pinggang.

Diselenggarakan oleh Kabupaten Jayawijaya, festival budaya lembah baliem ini bertujuan mengenalkan dan melestarikan nilai dan budaya suku tradisional Lembah Baliem. Baliem Festival akan disempurnakan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menarik, termasuk tarian tradisional Papua, balap babi, Lempar Tombak Rotan Puradan, permainan Tombak Sikoko, pertunjukan musik tradisional Papua, dan masih banyak lagi.

Pengunjung juga dapat merasakan arti sebenarnya dari orang Papua dengan mengenakan kostum tradisional Koteka dan menghitamkan kulit sehingga mereka juga bisa menjadi bagian dari perayaan Festival Budaya Lembah Baliem dari tahun ke tahun.