Festival Mangrove di Indonesia Bagian dari Pelestarian Alam
beritapapua.id - Festival Mangrove di Indonesia Bagian dari Pelestarian Alam - Antara

Festival Mangrove di Indonesia Bagian dari Pelestarian Alam – Sebagai negara yang terdiri dari berbagai kepulauan, Indonesia dikaruniai dengan beragam macam kekayaan alam mulai dari hasil bumi, laut, hingga hutan yang luas.

Salah satu kekayaan alam yang banyak dijumpai di Indonesia adalah hutan mangrove atau hutan bakau. Luas hutan mangrove di Indonesia berkisar antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar yang membentang di seluruh kepulauan. Luas tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan hutan mangrove terluas di dunia atau mencakup 25% dari total luas mangrove di dunia, melebihi Brazil (1,3 juta hektar), Nigeria (1,1 hektar), dan Australia (0,97 juta hektar).

Dengan jumlah sebesar itu maka pemeliharaan hutan mangrove menjadi suatu hal yang harus dilakukan demi menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem alam. Mengingat di dalam hutan mangrove terdapat beragam manfaat yang baik untuk masyarakat yang berada di sekitarnya.

Manfaat tersebut antara lain:

  • Menahan terjadinya abrasi laut.
  • Menghasilkan beragam Hasil Hutan Bukan Kayu, seperti arang kayu, tannin, bahan pewarna, kosmetik, hewan, serta bahan pangan dan juga minuman.
  • Menjadi habitat dari berbagai jenis hewan yang hidup di sekitar hutan.
  • Meredam terjadinya gelombang besar termasuk gelombang tsunami.

Baca Juga: Pendeta Cabuli Jemaatnya Selama 6 Tahun

Festival Mangrove di Indonesia

Di Indonesia festival mangrove pernah diadakan di sejumlah wilayah yang terdapat kawasan hutan mangrove. Salah satunya yaitu festival mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada tanggal 1-5 Mei 2019 lalu.

Menurut Ketua Panitia Festival Mangrove Kegiatan festival Mangrove Penajam, Achmad Fitriadi merupakan gerakan kolektif pemeliharaan taman bakau di wilayah Penajam Paser Utara.

Kegiatan festival tersebut ditandai dengan melakukan penanaman 500 bibit bakau di kawasan wisata bakau Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang dihadiri oleh perwakilan dari Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Sangatta.

Selain festival mangrove di Kalimantan Timur, pada 27 April 2019 lalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar festival mangrove dengan menanam 2.000 batang mangrove di kawasan pesisir Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur Meriah. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Langsa, DR H Marzuki Hamid MM.

Dalam sambutannya, ia menegaskan Festival Mangrove tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk menambah kesadaran menyelamatkan hutan mangrove. Ia juga menjelaskan manfaat adanya mangrove adalah sebagai benteng angina kencang, tsunami, abrasi laut maupun bencana lainnya.

Selain bermanfaat sebagai benteng perlindungan, ia juga menyebutkan keberadaan hutan mangrove sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. Hal ini dikarenakan dalam hutan tersebut terdapat kayu bakar atau tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai jus. Selain itu, terdapat juga lebah madu yang bisa diambil masyarakat, selain menjadi bahan warna kain batik dan lainnya.

“Bahkan di mangrove, hidup berbagai biota laut seperti kepiting, kerang, dan lainnya yang bisa dimakan oleh manusia,” ujar Marzuki.