FKUB Provinsi Papua Menggelar Deklarasi Damai Tolak Aksi Terorisme
Deklarasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua (foto : viva.co.id)

FKUB Provinsi Papua Menggelar Deklarasi Damai Tolak Aksi Terorisme – Aksi terosisme baru-baru ini membuat banyak kalang menjadi waspada. Dan banyak kalangan yang menolak aksi terorisme tersebut. Seperti sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua menggelar deklarasi damai menolak aksi terorisma di Indonesia.

Dalam deklarasi yang terlaksana di Kota sentani, Kabupaten Jayapura itu, tokoh lintas agama menyampaikan lima pernyataan sikap menolak aksi terorisme di seluruh Indonesia.

Ketua FKUB Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk, menjelaskan, pernyataan sikap sebagai bentuk merawat Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama.

“Ini adalah komitmen kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita berbeda suku, budaya, ras dan agama, tapi hal itulah yang menjadi kekuatan kita untuk terus bersatu,” katnaya kepada wartawan di Setani, Kabupaten Jayapura, Papua.

FKUB : Segara Laporkan Jika Menemukan Ajaran Yang Bersifat Menyesatkan

Lipius berpesan kepada masyarakat Papua, jika menemukan ada ajaran-ajaran yang bersifat menyesatkan harap melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

“Khusus di Papua, kita semua sudah sepakat jika ada indikasi keberadaan kelompok atau oknum radikalisme dan terorisme tersebut maka semua komponen ini akan ambil sikap dalam hal ini akan dipulangkan diatas tanah ini,” ujarnya.

Ketua MUI Papua, KH. Syaiful Islam Al Payage menyebut, aksi terorisme yang terjadi tidak ada kaitanya dengan Agama Islam. Karena hal ini ada dalam fatwa MUI Pusat bahwa orang-orang yang mengikuti faham radikalisme hukumnya haram.

Ia mengatakan, bahwa dalam ajaran islam tidak boleh menghilangkan nyawa orang lain apalagi menghancurkan ibadah oran lain. Selain itu ia juga menegaskan, bahwa dalam Islam selalu membawa rahmat dengan penuh damai.

Sementara itu, Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Eko Rudi Sudarto meminta kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya masing-masing. Ia mengatakan, jika menemukan hal mencurigakan segera melaporkannya kepada aparat setempat. Hal itu sebagai bentuk upaya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Istilanya harus bisa jadi Polisi untuk diri sendiri, yang artinya harus peka terhadap situasi dan kodisi dilingkungan masing-masing. Kami berharap masyarakat harus bisa memberikan rasa aman bagi diri mereka sendiri. Karena hal ini akan meminimalisir terjadinya atau keberadaan para oknum atau kelompok radikal dan terorisme,” tutupnya.