Food Estate Papua Akan Fokus Pada Pengembangan Sagu dan Beras
beritapapua.id - ilustrasi food estate Papua (foto : istimewa)

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian atau BPTP Papua menyatakan program food estate pemerintah di Papua fokus pada pengembangan sagu dan beras.

Kepala BPTP Papua, Martina Sri Lestari, mengatakan keberadaan sagu mendapat perhatian serius dari Presiden Joko Widodo. Karena, sagu merupakan salah satu makanan pokok yang ada di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Papua.

“Sagu ini mendapat perhatian dari Pak Presiden. Tahun 2022, kami punya program food estate sudah dinaikkan sama Pak Presiden. Papua diminta sagu. Kementerian Pertanian sudah fokuskan food estate kita di padi dan sagu. Kemungkinan besar sagunya nanti di Timika dan padi di Merauke,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa Papua memiliki berbagai jenis sagu. Setiap jenis memiliki peruntukan berbeda. Ada jenis sagu khusus untuk prosesi adat, untuk kepala suku, dan ada jenis untuk dikonsumsi.

“Itu yang mesti diketahui bersama. Sagu ini kan makanan pokok, sehingga mesti mendapat perhatian,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa harus tetap menjaga keberadaan hutan sagu yang ada di Papua. Terutama pada daerah-daerah yang masih memiliki kawasan hutan sagu cukup luas.

“Hutan hutan produktif ini yang harus kita jaga. Apalagi kalau potensi sagunya cukup tinggi. Kalau pohon sagunya ditebang untuk alih fungsi lahan, kasihan sebenarnya,” ucapnya.

Menperin Dorong Industri Pengolahan Sagu

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pihaknya mendorong food estate Papua dalam pengolahan sagu guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Sekolah di Nabire Akan Lakukan Pembelajaran Secara Tatap Muka

Ia berharap hilirisasi produk sagu mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja. Dan tak kalah penting adalah peningkatan potensi pajak dan pendapatan asli daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Kini sebanyak 50,33 persen total luas tanaman sagu Indonesia berada di Pulau Papua. Pemerintah telah menjadikan program peningkatan pengelolaan sagu nasional sebagai salah satu program prioritas,” kata Agus Gumiwang beberapa waktu lalu.

Ia juga berpendapat bahwa pemerintah memasukkan pengolahan sagu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sebab, sagu dipandang sebagai bagian yang penting dan strategis bagi ketahanan pangan nasional.