Gaji Tambahan di Tengah Pandemi
beritapapua.id - Gaji Tambahan di Tengah Pandemi - Fajar Indonesia Network

Gaji Tambahan di Tengah Pandemi – Pandemi covid-19 menghantam Indonesia dari berbagai sisi, termasuk dari sisi ekonomi. Dalam rangka pemulihan ekonomi, Jokowi menunjuk Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dalam rangka pemulihan ekonomi, Pemerintah sejatinya memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program bantuan sosial, subsidi bunga dan kredit pada UMKM adalah salah satu contoh stimulus yang diberikan Pemerintah. Termasuk juga penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya.

Dikutip dari akurat, Erick Thohir mengatakan: “Program Pemulihan Ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM, dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat. Percepatan realisasi program Pemuluhan Ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit.”

Erick Thohir juga mengkonfirmasi bahwa stimulus berikutnya yang tengah dipersiapkan Pemerintah adalah bantuan tambahan gaji kepada pekerja dengan pendapatan tertentu dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tujuan dari tambahan gaji ini adalah untuk mendorong konsumsi rumah tangga masyarakat.

Erick Thohir menambahkan bahwa stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di bulan September 2020. Gaji tambahan ini ditujukan untuk para pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran dibawah Rp150 ribu per bulan atau setara dengan gaji Rp5 juta per bulan.

Nantinya para pekerja ini akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu setiap bulannya selama empat bulan. Bantuan ini akan langsung diberikan per dua bulan.

Baca Juga: Polisi: Kasus di Mares Adalah Pembunuhan Berencana

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Negatif

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II 2020 minus hingga 5,32 persen. Kontraksi terdalam dicatat oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai angka -2,96 persen.

Dikutip dari kompas, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, meski mengalami pertumbuhan negatif, kontraksi ekonomi RI tidak jatuh dalam dibanding beberapa negara dunia. Airlangga menambahkan bahwa Pemerintah sedang mengupayakan agar Indonesia bisa terbebas dari pertumbuhan ekonomi negatif untuk mencegah resesi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan bahwa Indonesia masih belum memasuki fase resesi.