Ganti Rugi Untuk Penyerangan Mapolsek Ciracas
Beritapapua.id - Ganti Rugi Untuk Penyerangan Mapolsek Ciracas - Tangerangonline

Ganti Rugi Untuk Penyerangan Mapolsek Ciracas – Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, total biaya ganti rugi dalam kasus penyerangan Mapolsek Ciracas dan perusakan aset warga Ciracas dan Pasar Rebo oleh oknum TNI mencapai Rp 778.407.000.

Sebanyak 109 orang yang menjadi korban dalam perusakan oleh oknum TNI ini yang menerima ganti rugi tersebut.

Melansir dari kompas TV, Dudung mengatakan bahwa Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa turut menyerahkan langsung ganti rugi kepada pegawai televisi swasta yang menjadi korban. Pegawai televisi swasta tersebut bernama Maulana Husni, dan berprofesi sebagai sopir pada perusahaan media ANTV.

Dari sisi Polri, juga terdapat kerugian material, yakni rusaknya Pos Polisi TMII, Polsek Pasar Rebo dan sejumlah kendaraan di Mapolsek Ciracas. Dengan total nilai kerugian sebesar Rp. 1,63 miliar. Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana sepakat untuk menanggung biaya kerugian tersebut.

Baca Juga: Empat Ibu Menggunting Bendera Merah Putih

Pidana Kepada Oknum TNI

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sendiri telah menetapkan 65 oknum TNI sebagai tersangka. Rinciannya, 57 oknum berasal dari satuan TNI AD, 7 orang berasal dari TNI AL, serta 1 orang berasal dari TNI AU.

Penyerangan ini sendiri terjadi akibat hoax atau kabar bohong yang tersebar kepada salah satu oknum TNI AD, yakni Prada MI. Prada MI mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur pada Sabtu (29/8). Akibat kecelakaan itu, Prada MI mengalami luka pada bagian wajah dan tubuh.

Namun, kepada atasannya, Prada MI mengaku dikeroyok oleh sejumlah orang. Selain itu, beredar juga kabar bahwa terjadi penghinaan TNI kepada para sejumlah prajurit. Alhasil, kabar tersebut memicu kemarahan sejumlah prajurit, meski prajurit tersebut belum memeriksa kebenaran kabar tersebut.

Kemarahan para prajurit tersebut menyasar sejumlah pertokoan dan fasilitas Polri. Warga yang kebetulan melintas pun tidak luput dari kemarahan mereka.

Akibat kejadian ini, Prada MI dijerat Pasal 14 ayat 1 juncto ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1948 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal tersebut mengatur tentang penyebaran kabar bohong, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Prada MI saat ini sudah mendekam di Denpom Jaya/II Cijantung, Jakarta Timur.