Gebyar PON XX Terapkan Protokol Kesehatan Yang Ketat
beritapapua.id - Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda (tengah) saat memberikan keterangan terkait persiapan Gebyar PON (foto : jubi)

Gebyar perhelatan Pekan Olaraga Nasional (PON) XX Papua saat ini tinggal menghitung hari lagi, untuk itu Panita Besar (PB) makin genjar agar bisa menggemakan perhelatan PON XX tersebut. Salah satu upaya yang PB PON XX lakukan adalah membuat event Gebyar PON XX yang bertujuan untuk mempromisikan dan mengaungkan PON XX. Event ini akan berlangsung pada Sabtu (18/06/2021) yang bertempat di Kantor Gubernur Papua.

Namun, dengan kondisi pandemi seperti saat ini Gebyar PON XX Papua akan berlangsung dengan menerapan protokol kesehatan COVID-19.

Selain itu, ada pembatasan jumlah orang untuk masyarakat yang ingin datang pada event Gebyar PON XX ini. Hal ini juga salah satu upaya agar nantinya tidak membuat muncul klaster baru.

Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON XX Papua, Yunus Wonda mengatakan pihaknya telah menerima surat Kepolisian Daerah Papua yang menyatakan Gebyar PON tidak boleh menyalakan kembang api.

Kepolisian Daerah Papua juga menyatakan jumlah orang yang bisa memasuki arena Gebyar PON terbatas dan hanya boleh 400–500 orang saja.

“Nanti panitia akan mengatur arus pengunjung yang akan masuk halaman Kantor Gubernur. Artinya, orang akan masuk secara bergantian, karena memang tidak boleh ada kerumunan. Acara akan kami gelar mulai dari pagi hingga malam,” kata Yunus Wonda di Jayapura, Jumat (18/6/2021).

Pengunjung Gebyar PON XX Wajib Memakai Masker

Ia menegaskan setiap orang yang ingin menikmati sajian musik, tarian, dan kuliner khas Papua di arena Gebyar PON harus dalam keadaan sehat dan wajib memakai masker.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar tidak muncul klaster baru COVID-19. Intinya, setiap orang yang datang harus patuh dan taat terhadap aturan yang dibuat panitia,” tegasnya.

Baca Juga : Nakes di Puskesmas Itlay Hisage Minta Penambahan Satu Tenaga Dokter

Wonda menambahkan Gebyar PON berikutnya akan berlangsung di Kabupaten Mimika pada 31 Juni 2021. Acara serupa juga akan digelar di Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura, dan terakhir berlangsung di Kota Jayapura.

Ketua Panitia Gebyar PON, Otniel Deda menyatakan panitia telah menyiapkan pengamanan ketat untuk membatasi jumlah pengunjung, karena situasi pandemi COVID-19.

”Kemungkinan, kami akan membatasi jumlah pengunjung, sehingga kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga Gebyar PON bisa tetap sukses,” kata Deda.