Gerhana Tanda Kiamat?, Berikut Penjelasannya
beritapapua.id - ilustrasi gerhana bulan total (foto : freepik)

Belum lama ini dunia kedatangan tamu, yakni gerhana bulan. Namun, ini bukan fenomena biasa. Gerhana bulan total ini termasuk yang langka karena terjadi 195 tahun sekali dan bertepatan dengan hari raya waisak.

Wujud dari gerhana ini pun terbilang unik. Pertama, gerhana ini tergolong sebagai supermoon yang artinya dalam posisi terdekat dengan bumi. Dengan demikian, ukuran gerhana ini cukup besar.

Kedua, warna dari gerhana bulan total ini adalah merah. Hal ini terjadi karena posisi bulan sejajar dengan bumi dan matahari. Sehingga, hal ini membuat bulan masuk ke umbra bumi.

Bagi sebagian orang, ada yang menganggapnya fenomena biasa. Namun, ada sebagian lagi yang menganggap bahwa ini adalah sebuah pertanda akan bencana. Lebih-lebih lagi, terdapat sejumlah orang yang menganggap ini sebagai tanda kiamat.

Terdapat sebuah hadis dari Abu Musa al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

”Dahulu pernah terjadi gerhana Matahari (pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pent). Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera berdiri dengan perasaan takut kalau terjadi kiamat.”

Lantas, apakah benar demikian?

Cara Muslim Menghadapi Fenomena Gerhana Bulan

Hadis tersebut memiliki kelanjutan. Setelah Rasulullah melihat gerhana, lantas beliau langsung masuk ke masjid untuk melakukan salat. Kemudian, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

هَذِهِ الْآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ؛ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

”Tanda-tanda yang Allah kirimkan ini (yakni gerhana, pent), tidaklah terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Namun, Allah hendak menakut-nakuti para hamba-Nya dengannya. Apabila kalian melihatnya, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan istighfar (memohon ampun) kepada-Nya” (HR. Bukhori dan Muslim).

Kemudian, Syaikh Ibnu Baz mengatakan,

وما يقع من خسوف وكسوف في الشمس والقمر ونحو ذلك مما يبتلي الله به عباده هو تخويف منه سبحانه وتعالى وتحذير لعباده من التمادي في الطغيان، وحث لهم على الرجوع والإنابة إليه

“Kejadian gerhana bulan atau matahari, atau fenomena yang semisalnya, merupakan ujian Allah untuk hamba-hambaNya. Yaitu untuk menimbulkan rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan peringatan kepada mereka dari berlarut-larut dalam kemaksiatan. Dan supaya mendorong mereka untuk kembali ke jalan Allah” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 9/157).

Baca Juga : Persipura Jayapura Belum Menunjukkan Hasil Optimal

Bahwa, gerhana adalah tanda kekuasaan Allah. Dalam hadis tersebut menjelaskan, setiap muslim harus memaknai tersebut sebagai kebesaran Allah. Maka, mohonlah pertolongan, lindungan dan ampunan-Nya kala melihat fenomena tersebut.

Meskipun begitu, tidak ada penjelasan spesifik apakah gerhana adalah tanda kiamat. Namun, bukan berarti kemudian kita menganggapnya sepele. Semoga Allah selalu melindungi kita dan mengampuni dosa kita.