Gubernur Anies Baswedan: PTM di Jakarta Tidak Bisa Dihentikan
beritapapua.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Jawapos)

Gubernur DKI Anies Baswedan akhirnya angkat bicara persoalan tentang pembelajaran tatap muka (PTM) yang terus menjalankan pembelajaran di tengah lonjakan Covid-19.

Anies Baswedan mengatakan, PTM di Jakarta tak bisa dihentikan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri mengenai belajar tatap muka di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kebijakan pembatasan saat ini berbeda dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memberikan kewenangan belajar tatap muka kepada masing-masing daerah.

“Berbeda ketika dulu kita menggunakan PSBB. Pada saat PSBB, keputusan PTM diatur melalui kewenangan gubernur,” ucap Anies, Rabu (2/2/2022)

Baca Juga: Kurikulum Prototipe: Madrasah Siap Melakukannya

Permintaan Anies kepada Luhut disebut sedang dipertimbangkan dan sedang didiskusikan oleh empat menteri pembuat kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi. “Masih didiskusikan dengan empat kementerian yang bikin SKB PTM. Opsi-opsinya sedang dipertimbangkan,” kata dia.

Saat ini tercatat 41.974 orang melakukan isolasi mandiri dan sebagian menjalani perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut bertambah 5.093 dibandingkan hari sebelumnya.