Habib Rizieq Ditahan di Polda Metro Jaya
Beritapapua.id - Habib Rizieq Ditahan di Polda Metro Jaya - Pikiran Rakyat

Habib Rizieq Ditahan di Polda Metro Jaya – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab resmi ditahan terkait kasus kerumunan di Petamburan. Sebelumnya pada Rizieq menyerahkan diri pada Sabtu (12/12) dan langsung menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Setelah melakukan pemeriksaan, Rizieq pun kemudian keluar dari ruang pemeriksaan dengan berbaju orange, dengan tulisan “tahanan”, dan dengan tangan diborogol. Saat ini Habib Rizieq ditahan di rutan Ditres Narkoba Polda Metro Jaya.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan bahwa Rizieq akan menjalani penahanan hingga 20 hari kedepan, yakni sampai 31 Desember 2020.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah memanggil Rizieq sebanyak 2 kali, yakni pada 1 dan 7 Desember. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan kasus kerumunan pada acara pernikahan putrinya, sekaligus acara peringatan Maulid Nabi pada 14 November silam. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Rizieq sendiri tidak memenuhi kedua panggilan tersebut, hingga akhirnya polisi pun mengumumkan bahwa mereka akan menangkap Rizieq dengan kewenangan paksa. Setelah pengumuman dari pihak kepolisian tersebut, Rizieq pun kemudian menyerahkan diri hingga akhirnya ditahan.

Selain Rizieq, polisi juga menetapkan lima tersangka lain dalam kasus kerumunan ini.

Baca Juga: KSP: Keamanan Pilkada Provinsi Papua Barat Cukup Baik

Upaya Penangguhan Penahanan Rizieq

Pengacara FPI, Aziz Yanuar menyatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar penahanan Rizieq ditangguhkan.

Ia beralasan bahwa Rizieq telah bersikap kooperatif karena telah menyerahkan diri, dan juga sedang dalam masa pemulihan.

“Kita akan mengupayakan permohonan penangguhan,” kata Aziz, Minggu (13/12), seperti yang dikutip dari VOI.

Anggota Komisi III DPR dari  Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, telah menyatakan bahwa dirinya siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Rizieq. Hal ini telah disampaikannya langsung kepada Rizieq.

“Saya siap menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan beliau, hal ini tentu sesuai dengan ketentuan pasal 31 KUHP. Dimana pada seorang tersangka dapat diajukan penangguhan penahanan. Tentunya kita ikuti prosedur yang berlaku, saya sudah sampaikan hal ini dengan kuasa hukum HRS,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP PKS ini.

Ia pun berharap agar penyidik dapat mengabulkan permintaan penangguhan ini, karena menurutnya, Rizieq tidak melarikan diri dari kasus yang menjeratnya.