Hadapi Covid-19, Pemprov Fokus Pada Ketahanan Pangan
beritapapua.id - Hadapi Covid-19, Pemprov Fokus Pada Ketahanan Pangan - Tribunnews

Hadapi Covid-19, Pemprov Fokus Pada Ketahanan Pangan – Keluarga Dominggus Mandacan bersama Istri tercinta Ny Juliana Mandacan berbagi kasih kepada sejumlah tempat ibadah, asrama, kos-kos serta pesantren  yang berada di Kabupaten Manokwari.

Keluarga Dominggus Mandacan menyiapkan 1.250 paket bama yang dibagikan kebeberapa tempat ibadah yang ada di sekitaran Sanggeng, dan Wirsi.

Dari pantauan klikpapua.com Dominggus yang didampingi Istri Ny Juliana Mandacan mengunjungi Paroki Gereja Katolik Imanuel Sanggeng dengan memberikan 200 paket bama (bahan makana), kemudian melanjutkan menuju  Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI AL  dengan memberikan bantuan bama sebanyak 100 paket, dan  Gereja GKI Manyosi Wirsi merupakan tempat terakhir dari kunjungan kasih yang dilakukan, dengan memberikan bantuan  Bama berjumlah 279 paket.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan juga menggelar rapat bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Papua Barat, Jumat (17/4/2020) di Swiss Belhotel Manokwari.

Rapat tersebut membahas ketahanan pangan, jaringan pengaman sosial, jaringan ekonomi dan juga masalah ketenagakerjaan. “Intinya untuk jangka pendek kita pusatkan untuk penanganan Covid19. APBD sudah kita revisi. Selain untuk mendukung gugus tugas dalam penanganan COVID19, juga dana bantuan sosial untuk ketahanan pangan, ketahanan ekonomi,” kata Gubernur kepada awak media, usai rapat.

Baca Juga: Nilai Ancaman Peran Australia Terhadap Kemerdekaan Papua

Alokasi Anggaran

Dalam pertemuan itu, aku Gubernur, juga membahas petunjuk teknis dana desa. Karena dana desa selain dari pemerintah pusat, juga ada dari pemerintah Provinsi Papua Barat yang dianggarkan tahun anggaran 2020 untuk tiap kampung, kelurahan dan distrik.

“Untuk setiap kampung alokasi anggaran Rp225 juta. Untuk kelurahan Rp 150 juta. Distrik Rp 100 juta. Dana ini sudah jelas sasaran ke kampung, sekarang kita ingin memberikan petunjuk pelaksanaannya. Dana ini digunakan untuk apa?,” ungkap Gubernur.

Menurutnya, sesuai petunjuk pelaksanaan, dana tersebut bisa digunakan untuk ketahanan pangan. “Kita ajak masyarakat gunakan dana itu untuk menanam komodisi lokal, misalnya membeli bibit keladi, betatas, kasbi, pisang, sayuran, jagung. Klo ini dijalankan, tiga bulan kan sudah bisa makan. Ini antisipasi untuk jangka menengah,” jelas Gubernur.

Dana desa, lanjut Gubernur, tetap menggunakan pola pemberdayaan masyarakat, dikelolah dengan sistem padat karya. Dana tersebut bisa dibelanjakan membeli potensi lokal, manfaatkan sumber daya alam yang ada di kampung masing-masing. Kemudian tenaga juga tenaga lokal. Sehingga dana desa terserap di kampung.