Hafal Alquran Dulu? Atau Belajar Ilmu Islam?
Hafal Alquran Dulu? Atau Belajar Ilmu Islam? Sumber: Republika

Hafal Alquran Dulu? Atau Belajar Ilmu Islam? – Alquran adalah kitab suci umat muslim. Kitab tersebut mengandung segala aturan dan panduan hidup manusia. Oleh karenanya, penting bagi umat muslim untuk mempelajarinya. Bahkan, menghafalnya.

Hukum Hafal Alquran

Menurut Fatwa Al Imaarot, hukum menghafal Alquran adalah perkara kifayah. Artinya, jika ada sebagian orang yang sudah menghafal, maka gugur kewajiban untuk yang lainnya. Sehingga, tidak semua orang menjadi wajib untuk menghafal.

Kendati demikian, kita tetap perlu mempelajari Alquran. Atau bahkan, menghafalnya. Bukan lantas ketika kewajiban sudah gugur, kita tidak menghafalkan Alquran. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804)

Menghafal dan membaca Alquran menjadi penting karena itu adalah penolong kita kelak. Hal ini juga berlaku dalam urusan belajar ilmu lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebut bahwa menghafal Alquran menjadi utama dari belajar ilmu lainnya.

“Adapun menghafal Al Qur’an, maka itu didahulukan dari ilmu lainnya baik ilmu yang bathil atau ilmu yang sedikit manfaatnya. Menghafal Qur’an juga lebih didahulukan dari mempelajari ilmu ushul (pokok) dan furu’ (cabang),” mengutip dari Rumaysho.

Mengapa belajar Alquran perlu lebih dahulu ketimbang ilmu lainnya? Jawabannya adalah karena Alquran adalah pokok dari segala ilmu. Dengan demikian, menghafal Alquran menjadi penting sebelum mempelajari ilmu yang lain.

Namun yang paling baik adalah seimbang. Sembari menghafal Alquran, juga sambil mempelajari ilmu lainnya.

Hukum Membaca Alquran dengan Tajwid

Baca juga: Swalayan Orchid di Manokwari Tutup Karena Covid 19

Terjadi perdebatan apakah membaca Alquran perlu menggunakan tajdwid. Imam Ibnul Jazari menjelaskan:

الإتيان بالقراءة مجودة بالألفاظ بريئة من الرداءة في النطق ومعناه انتهاء الغاية في التصحيح وبلوغ النهاية في التحسين

“Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya” (An Nasyr fil Qira’at Al ‘Asyr, 1/210).

Dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah menjelaskan,

ذَهَبَ الْمُتَأَخِّرُونَ إِلَى التَّفْصِيل بَيْنَ مَا هُوَ (وَاجِبٌ شَرْعِيٌّ) مِنْ مَسَائِل التَّجْوِيدِ، وَهُوَ مَا يُؤَدِّي تَرْكُهُ إِلَى تَغْيِيرِ الْمَبْنَى أَوْ فَسَادِ الْمَعْنَى، وَبَيْنَ مَا هُوَ (وَاجِبٌ صِنَاعِيٌّ) أَيْ أَوْجَبَهُ أَهْل ذَلِكَ الْعِلْمِ لِتَمَامِ إِتْقَانِ الْقِرَاءَةِ، وَهُوَ مَا ذَكَرَهُ الْعُلَمَاءُ فِي كُتُبِ التَّجْوِيدِ مِنْ مَسَائِل لَيْسَتْ كَذَلِكَ، كَالإِْدْغَامِ وَالإِْخْفَاءِ إِلَخْ. فَهَذَا النَّوْعُ لاَ يَأْثَمُ تَارِكُهُ عِنْدَهُمْ.
قَال الشَّيْخُ عَلِيٌّ الْقَارِيُّ بَعْدَ بَيَانِهِ أَنَّ مَخَارِجَ الْحُرُوفِ وَصِفَاتِهَا، وَمُتَعَلِّقَاتِهَا مُعْتَبَرَةٌ فِي لُغَةِ الْعَرَبِ: فَيَنْبَغِي أَنْ تُرَاعَى جَمِيعُ قَوَاعِدِهِمْ وُجُوبًا فِيمَا يَتَغَيَّرُ بِهِ الْمَبْنَى وَيَفْسُدُ الْمَعْنَى، وَاسْتِحْبَابًا فِيمَا يَحْسُنُ بِهِ اللَّفْظُ وَيُسْتَحْسَنُ بِهِ النُّطْقُ حَال الأَْدَاءِ

“Para ulama muta’akhirin merinci antara wajib syar’i dengan wajib shina’i dalam masalah tajwid. Wajib syar’i (kewajiban yang dituntut oleh syariat) adalah yang jika meninggalkannya dapat menjerumuskan pada perubahan struktur kalimat atau makna yang rusak. Dan wajib shina’i adalah hal-hal yang diwajibkan para ulama qiraat untuk menyempurnakan kebagusan bacaan.”

Ada dua jenis wajib yang perlu kita ketahui dalam membaca Alquran. Sebagaimana penjelasan tersebut, hukum tajwid adalah wajib shina’i. Artinya, ilmu tajwid wajib untuk membaguskan bacaan.

Asy Syaikh Ali Al Qari menjelaskan hal ini lebih lanjut. Hukum mempelajari tajwid menjadi wajib ketika hal itu berpengaruh dalam makna bacaan. Sehingga, mempelajari tajwid menjadi wajib agar bacaan kita tidak berubah makna.

Namun, beliau menyebut ada kondisi yang membuatnya menjadi sunnah. Ilmu tajwid menjadi sunnah dalam konteks memperbagus bacaan. Artinya, ketika kita sudah memahami cara baca yang benar, mempelajari tajwid menjadi sunnah.