Hand Sanitizer Bantuan Kemensos Ditempeli Foto Bupati Klaten
beritapapua.id - Hand Sanitizer Bantuan Kemensos Ditempeli Foto Bupati Klaten - Merah Putih

Hand Sanitizer Bantuan Kemensos Ditempeli Foto Bupati Klaten – Ditengah isu pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih terus mengancam sampai saat ini. Bahkan diketahui belum ada negara atau lembaga tertentu yang berhasil menemukan vaksin atau pengobatan untuk mengatasi pandemi ini.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 telah dilakukan mulai dari social distancing, physical distancing, mengunakan masker, hingga mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Selain itu, pemerintah kini juga tengah serius memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akan tetapi bantuan-bantuan tersebut terkadang dinilai tidak tepat sasaran bahkan ada yang sampai menjadi perbincangan di media sosial.

Baru baru ini ada sebuah unggahan foto di media sosial mengenai hand sanitizer bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditempeli gambar stiker Bupati Klaten Sri Mulyani. Kejadian ini kemudian memunculkan dugaan Bupati Klaten tersebut memanfaatkan momen Covid-19 ini sebagai ajang kampanye pribadi.

Foto botol hand sanitizer yang berstiker wajah Sri itu bahkan mendapat retweet dari akun mantan pimpinan KPK Laode M Syarif @LaodeMSyarif. Dalam postingan itu dituliskan dengan keterangan foto yang menyayangkan aksi tersebut.

“Jika gambar ini betul: Ini CONTOH yg mengambil KESEMPATAN KAMPANYE di tengah WABAH COVID-19. Contoh CONFLICT OF INTEREST akut & bupati TANPA RASA MALU. BANTUAN @KemensosRI DITEMPELI PHOTO DIRI SENDIRI. @DivHumas_Polri @OmbudsmanRI137 @KPK_RI @Kemendagri_RI @ganjarpranowo,” kicau @LaodeMSyarif.

Baca Juga: Daun Sukun, Peluruh Wabah Kearifan Teluk Bintuni

Sri Mulyani Mengklarifikasi Adanya Kekeliruan di Lapangan

Menanggapi isu tersebut, Bupati Klaten Sri Mulyani akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan kalau hal itu terjadi karena ada kekeliruan di lapangan. Ia juga menyebutkan, bantuan dari Kemensos yang diterima hanya sekitar 1.000 botol. Sedangkan pengadaan hand sanitizer Pemkab Klaten ada sekitar puluhan ribu botol.

“Sudah saya klarifikasi. Ada kekeliruan di lapangan (dalam penempatan stiker). Di lapangan mungkin ditempelin semua. Kejadiannya seperti itu,” ujar Sri Mulyani kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

“Jadi itu ada kesalahan di penempelan atau saat pembagian. Karena dari Kemensos itu baru 1.000 sekian, tapi pengadaan sendiri, bukan dari Pemda, ada puluhan ribu jadi mungkin di lapangan ditempeli semua,”ungkapnya.

Selain pembagian hand sanitizer berstiker dirinya ada pula isu mengenai pembagian sembako yang juga terdapat gambarnya beserta stiker PDIP. Menurutnya itu dibagikan bukan bagian dari bantuan Kemensos melainkan murni dari drinya. Dan bantuan tersebut juga bukan untuk masyarakat umum akan tetapi untuk internal PDIP.

“Kalau untuk sembako murni dari saya selaku ketua DPC PDIP. Jadi itu untuk internal PDIP,” jelasnya.