Hanya Dengan Jalan Santai, Tya Ariestya Sukses Turunkan Berat Badan
Beritapapua.id - Hanya Dengan Jalan Santai, Tya Ariestya Sukses Turunkan Berat Badan - Idntimes

Hanya Dengan Jalan Santai, Tya Ariestya Sukses Turunkan Berat Badan – Tya Ariestya, seorang artis dan juga duta Taekwondo ini telah berhasil mengembalikan berat badan idealnya sampai pada angka 61 kg. Pasca melahirkan anak kedua bobotnya naik hingga 74 kg dan sangat sulit turun.

Namun semenjak rutin melakukan jalan kaki selama 45 menit dan mengatur pola makan dalam waktu 2 bulan ia dapat memangkas berat badan sebanyak 13 kg. Berdasarkan studi  University of Ferrara, jalan kaki baik untuk jantung dan mengurangi risiko gagal jantung hingga 24 persen.

Bukan tanpa tujuan, Tya ingin menurunkan berat badannya demi kesehatan dan program bayi tabung anak ketiga. Alasan mengapa Tya menjalani proses bayi tabung, karena Ia memiliki riwayat PCOS (Polycytic Ovary Syndrome) atau Sindrom Ovarium Polikistik yang membuat sulit hamil.

Selain itu Tya menyarankan agar memiliki kualitas tidur yang bagus dan memperbanyak minum air putih. Tidur minimal 6-8 jam pada malam hari baik untuk menjaga metabolisme tubuh sehingga tubuh terasa lebih segar saat pagi hari. Selama menjalani program diet ia berusaha untuk tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan gula. Sebab terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula bisa memicu kegemukan.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Indonesia Resesi

Sebab Mengapa Wanita Mengalami Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon. Penyebab utama PCOS sampai saat ini masih belum diketahui. Namun, beberapa faktor seperti faktor genetik dikaitkan oleh para ahli sebagai salah satu penyebabnya. Seperti terjadinya peningkatan androgen yang tinggi pada perempuan pengidap PCOS.

Pada penderita PCOS, jumlah kista yang timbul pada indung telur sangat banyak. Kondisi ovarium polikistik itu sendiri terjadi apabila terdapat 12 atau lebih kista (folikel) pada satu ovarium. Kista ini tidak berbahaya, namun dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang menyebabkan munculnya berbagai tanda dan gejala yang menurunkan kualitas kehidupan penderitanya.

Perempuan yang mengidap PCOS juga bisa mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Dalam setahun, ia hanya mengalami menstruasi sebanyak kurang dari 8 kali atau siklus menstruasinya datang setiap 21 hari. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengidap tidak lagi bisa mengalami menstruasi sama sekali.

Berdasarkan studi, perempuan dengan PCOS mengalami peradangan yang memicu ovarium polikistik memproduksi hormon androgen. Androgen merupakan hormon yang dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan produksi hormon ini hanya dalam jumlah yang sedikit.  Hormon yang tidak seimbang tersebut menyebabkan pertumbuhan rambut tidak normal dan jerawat, selain kondisi tersebut, perempuan juga tidak dapat melepaskan ovum dari ovarium setiap menstruasi.