Harga Emas Terus Mengalami Kenaikan
beritapapua.id - Harga Emas Terus Mengalami Kenaikan - JD.ID

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas terus mengalami kenaikan yang sigifikan. Bahkan sampai sempat menembus angka Rp1.065.000 per gramnya. Kenaikan ini diperkirakan masih akan terus berlangsung. Sementara itu, terkait harga emas Antam diperkirakan juga akan mengalami kenaikan hingga menembus angka Rp1.090.000 per gram.

Harga emas belakangan menyentuh rekor US $2.000 per troy ounce. Menanggapi hal tersebut Kepala Ekonom Citigroup Inc, Catherine Mann memprediksi pergerakan emas hanya mencapai US $2.100 per ounce pada kuartal ini dan US $2.300 dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Harga emas yang terus meningkat ini bukanlah awal dari ledakan inflasi. Ataupun juga bukan merupakan indikator bahwa dolar Amerika Serikat (AS) akan terdepresiasi.

Perubahan dari harga emas ini didorong oleh pelonggaran moneter bank sentral yang telah mengakibatkan imbal hasil riil negatif. Hal itu saat pengembalian investor atas obligasi sama dengan atau di bawah tingkat inflasi. Yang menunjukkan ekspektasi pasar tentang inflasi akan relatif terhadap suku bunga berada. Dan perdagangan di sini adalah mengatakan bahwa Federal Reserve dan bank sentral lainnya tidak akan dapat menaikkan suku bunga karena pengangguran yang tinggi, bahkan ketika inflasi mulai meningkat.

Baca Juga: Fadli Zon dan Fahri Hamzah Akan Dapat Bintang Tanda Jasa

Faktor Pendukung Naiknya Harga Emas

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga emas yang cukup signifikan. Salah satunya karena faktor gangguan ekonomi global yang disebabkan oleh penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Ditambah lagi dengan hubungan yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan China yang memanas. Serta, adanya program pelonggaran moneter dan stimulus pemerintah yang memberikan likuiditas ke pasar untuk membeli emas.

Saat ini harga emas memang cenderung terlalu tinggi. Sehingga beberapa calon investor menunjukkan kecenderungan untuk melepas emas sehingga mendapat untung. Meski begitu, harga emas diperkirakan akan terkoreksi menyusul adanya perbaikan data ketenagakerjaan yang membaik sehubungan dengan stimulus tunjangan ketenagakerjaan di AS. Seperti diketahui emas sendiri merupakan investasi jangka panjang. Sehingga baiknya bagi masyarakat yang berminat melakukan investasi emas sebaiknya menunggu harga emas turun.