Harga Masker Melonjak, Warga yang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker
beritapapua.id - Harga Masker Melonjak, Warga yang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker - Nova Wahyudi

Harga Masker Melonjak, Warga yang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker – Sejak dua orang WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona di Indonesia, penggunaan masker pun menjadi hal yang dianggap perlu oleh kebanyakan orang. Hal ini pula yang membuat beberapa oknum memanfaatkan situasi dengan menaikan harga masker hingga 100 persen lebih.

Menyikapi respon berlebihan dalam penggunaan masker di masyarakat, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan tentang ketentuan serta siapa yang perlu menggunakan masker.

“Tetap keputusannya dari WHO yang sakit yang pakai masker. Yang sehat enggak usah. Kenapa? Karena apa? Kalau yang sehat pakai juga percuma, dia nanti megang-megang tangannya dan sebagainya. Tetap saja bisa kena” ujar Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2020.

Menurutnya terjadinya kenaikan harga masker di pasaran dikarenakan enimo masyarakat yang panik yang akhirnya semua orang ingin membeli masker tersebut.

“Kalau harga dan sebagainya, kelangkaan dan sebainya, itu pasar memang begitu. Semakin kamu cari, makin langka, makin kamu beli, makin mahal,” tutur Terawan.

Selain itu, ia juga menyebutkan penularan virus Corona sangat ditentukan dengan daya tahan tubuh seseorang. Oleh karena itu ia meminta agar masyarakat menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Ini penyakit yang bisa sembuh sendiri. Sama seperti virus yang lain. Juga angka kematian dua persen atau di bawahnya. Tergantung imunitas tubuh. Makanya dari awal saya bilang, jaga imunitas tubuh,” sambungnya.

Baca Juga: Anies Baswedan, 115 Orang dalam Pemantauan Terkait Virus Corona

Pendapat Ahli Kesehatan Dunia tentang Penggunaan Masker

Mengutip dari forbes.com selain Menteri Kesehatan Terawan, seorang dokter spesialis pencegah infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Lowa’s Professor Dr. Eli Perencevich, MD pun menyebutkan penggunaan masker tidak diperlukan untuk orang yang sehat. Justru penggunaan masker yang salah akan meningkatkan resiko tertularnya virus karena menyentuh bagian wajah.

“Orang dengan kesehatan yang cukup tidak perlu memiliki masker atau menggunakannya. Tidak ada bukti yang menunjukkan kalau menggunakan masker pada orang yang sehat dapat melindungi dirinya. Mereka memakainya secara salah, dan dapat meningkatkan resiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka,” ucap Dr. Perencevich yang sudah ditranslit ke Bahasa.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan hanya orang yang sedang sakit atau yang mengalami gejala virus Corona dan ingin meninggalkan rumah saja yang perlu memakai masker, sedangkan orang yang sehat tidak perlu.

“Waktu yang tepat untuk menggunakan masker yaitu ketika kamu sedang sakit dan kamu ingin meninggalkan rumah,” ucap Dr. Perencevich.

“Jika kamu sedang flu atau mengira kamu memiliki virus Corona, itu saatnya dimana kamu memakai masker untuk melindungi orang lain. Di dalam rumah, jika kamu merasa sakit, kamu harus pakai masker untuk melindungi orang-orang di keluargamu.” Sambungnya.

Selain itu, kebanyakan orang mengira kalau penularan virus Corona ini terjadi melalui udara. Karena itu banyak orang berbondong-bondong membeli masker guna melindungi dirinya dari paparan virus Corona. Padahal penularan virus ini terjadi melalui tetesan bukan melalui udara.

Itulah sebabnya Menkes Terawan maupun Dr. Perencevich menghimbau hanya yang sakit saja yang menggunakan masker. Sedangkan yang sehat tidak perlu.