Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Imbas AS Akan Lepas Cadangan Strategis
beritapapua.id - Ilustrasi Industri minyak dan gas bumi. (Foto: Detik)

Harga minyak dunia kembali turun drastic pada akhir perdagangan Kamis (31/Maret/2022) yang jatuh pada hari Jumat pagi WIB (01/04/2022). Pelemahan harga minyak dunia terjadi akibat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengumumkan rilis dari cadangan minyak strategis AS dan meminta perusahaan-perusahaan pengeboran untuk meningkatkan pasokan.

Melansir dari website Oil Price, pada hari Jumat, tanggal 1 April 2022, pukul 16.00 WIB, jika melihat dengan harga sehari sebelumnya, harga minyak mentah jenis Brent turun sebanyak 0.95 persen menjadi US$103.7 per barelnya. Sedangkan di waktu yang sama, minyak mentah jenis WTI turun lebih banyak, yaitu sebanyak 1.12 persen dan kini berada di angka US$99.16 per barel.

Mengutip Antara, harga minyak kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei kehilangan US$7,54 atau atau 7,0 persen, menjadi menetap di US$100,28 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh level terendah US$99,66 per barel.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tergelincir US$5,54 per barel atau 4,9 persen, dan tutup pada US$107,91 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kontrak berjangka Juni yang lebih aktif dalam perdagangan turun 5,6 persen pada US$105,16 per barel, setelah jatuh US$7,0 di awal sesi.

Kedua kontrak acuan tersebut membukukan persentase kenaikan kuartalan tertinggi sejak kuartal kedua 2020, dengan Brent melonjak 38 persen, dan WTI melambung 34 persen. Lonjakan harga tersebut karena akibat invasi militer Rusia terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu.

Pelepasan 180 Juta Barel dari Cadangan Strategis

Melansir dari CNN Indonesia, pelepasan 180 juta barel oleh Biden setara dengan sekitar dua hari permintaan global, dan menandai ketiga kalinya Washington memanfaatkan SPR dalam enam bulan terakhir.

Biden mengatakan bahwa mulai dari Mei Amerika Serikat akan melepaskan 1 juta barel per hari minyak mentah selama enam bulan dari Cadangan Minyak Strategis. Biden juga menambahkan bahwa 30 juta hingga 50 juta barel minyak dapat dilepaskan oleh sekutu dan mitra.

Baca Juga: Sekda Jayawijaya Ingkatkan Kepala Distrik Asotipo dan 4 Kepala Kampung Untuk Bekerja Dengan Baik

Anggota lain dari Badan Energi Internasional (EIA) juga bisa saja melepaskan barel untuk mengimbangi ekspor minyak mentah Rusia yang hilang setelah negara itu terkena sanksi berat karena invasi ke Ukraina.

Seorang analis, Goldman Sachs mengatakan bahwa langkah tersebut akan dapat membantu pasar minyak untuk menyeimbangkan kembali pada tahun 2022. Meskipun demikian, langkah tersebut bukanlah untuk perbaikan permanen.