Harga Minyak Dunia Kini Tembus 121 USD Per Barel
beritapapua.id - Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)

Selisih panas antara Rusia dan Ukraina masih belum berakhir. Beberapa dampak pun sudah secara instan terasakan oleh dunia, seperti dampak terhadap harga minyak dunia. Meskipun hara minyak dunia sempat turun hingga menjadi dua digit, kini harga minyak tersebut kembali melonjak dan tembus tiga digit.

Melansir dari website Oil Orice, harga minyak dunia kini kembali menyentuh angka US$121.6/barel, harga tersebut berlaku untuk minyak mentah jenis Brent pada Kamis, 24 Maret 2022, pukul 10.33 WIB. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April, di waktu yang sama naik menjadi US$114.5 per barel.

Lonjakan harga minyak telah menjadi pendorong utama gejolak di pasar dunia beberapa pekan terakhir karena lonjakan permintaan membuat terbukanya kembali ekonomi tepat ketika pasokan tegang. Lantas, apa yang mendorong kenaikan harga minyak dunia setelah sebelumnya turun hingga US$ 98 per barel kali ini?

Rusaknya Pipa CPC Menjadi Salah Satu Pendorong Kenaikan Harga Minyak Dunia

Pipa CPC merupakan jalur pasokan yang signifikan untuk pasar global, membawa sekitar 1,2 juta barel per hari dari kelas minyak mentah utama Kazakhstan, atau 1,2% dari permintaan global. Kerusakan pada pipa CPC tersebut mengakibatkan ekspor minyak mentah dari terminal CPC Kazakhstan di pantai Laut Hitam Rusia berhenti total. Diketahui penyebab rusaknya pipa CPC adalah karena badai besar dan cuaca buruk.

Konsorsium pipa Kaspia mengatakan bahwa telah terjadi kerusakan terminal laut, sehingga membuat beberapa operasi sedang berhenti sementara waktu.

Baca Juga: Wakil Papua, Persitoli Tolikara Pastikan Lolos ke Babak 8 Besar Piala Pertiwi

Mengutip dari CNN Indonesia, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan peredaran minyak dari CPC mungkin benar-benar berhenti hingga dua bulan ke depan.

Selain karena pipa CPC tersebut, penyebab harga minyak naik juga karena harga acuan berjangka yang terus menanjak sejak pertama kali Rusia menginvasi Ukraina. Karenanya, Amerika Serikat dan sekutunya pun menjatuhkan beragam sanksi kepada Rusia, termasuk salah satunya larangan untuk impor minyak.

Larangan tersebut tentunya tidak hanya berdampak pada Rusia saja, tetapi juga seluruh dunia. Hal tersebut karena Rusia merupakan eksportir terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi. Rusia sendiri mampu mengekspor antara 4 juta hingga 5 juta barel minyak mentah setiap hari.