Hari Buruh Yang Di Warnai PHK Setiap Daerah
beritapapua.id - Hari Buruh Yang Di Warnai PHK Setiap Daerah - kantorpemuda

Hari Buruh Yang Diwarnai PHK Setiap Daerah – Di Indonesia, kebijakan physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak orang kehilangan penghasilan. Jumlah pengangguran pun melonjak seiring bertambahnya jumlah para pekerja yang terkena PHK.

Hari buruh, 1 Mei 2020 merupakan hari buruh yang terkelam sepanjang sejarah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono. Menurut Arief, kelamnya May Day kali ini, tidak terlepas dari adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di seluruh dunia akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Pertentangan Proletarian, Lahirnya Hari Buruh

Tidak Hanya Indonesia Yang Terdampak PHK

Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), akan ada 25 juta PHK yang terjadi di seluruh dunia jika wabah tak juga tertangani. Kekacauan itu sendiri telah mulai terlihat jelas saat ini di Amerika Serikat (AS) hingga Austria, kata ekonom Deutsche Bank AG.

ILO juga memetakan dampak penyebaran virus corona kepada tenaga kerja dari setiap sektor. Terdapat empat sektor yang paling terpukul berdasarkan data ILO, yakni sektor perdagangan ritel dan grosir, manufaktur, real estate, sektor transportasi dan restoran.

Sektor perdagangan ritel dan grosir mempekerjakan kurang lebih 482 juta orang di seluruh dunia. Lalu, sektor manufaktur 463 juta orang, dan sektor transportasi dan restoran sebanyak 144 juta. Tercatat kurang lebih 1,25 miliar pekerja di seluruh dunia bekerja di sektor tersebut atau mewakili hampir 38 persen dari total tenaga kerja global.

Perusahaan retail baju kekinian di industri fast fashion, H&M mengumumkan pemberhentian terhadap puluhan ribu pekerja di seluruh dunia untuk sementara. Bahkan, PHK permanen sedang dipertimbangkan oleh perusahaan.

Grup perhotelan yang dimiliki oleh pebisnis dengan harta US$400 miliar (sekitar Rp6,6 T), Danny Meyer, itu memecat sekitar 80% pekerjanya. Artinya, ada 2 ribu karyawan yang terdampak akiabt krisis di tengah pandemi ini.

Boeing mengumumkan strategi tentang PHK sukarela kepada 150 ribu pekerjanya. Karyawan yang dapat memenuhi syarat untuk pensiun dini dari perusahaan akan mendapat paket tunjangan dan gaji.

Dan masih banyak lagi perusahaan yang terpaksa memberhentikan karyawannya karena wabah covid-19 ini. Semoga musibah ini cepat berlalu, agar perekonomian juga segera lancar kembali.