Hasil OTT Bupati Sidoarjo, KPK sita uang Rp. 1,8 Miliar
Hasil OTT Bupati Sidoarjo, KPK sita uang Rp. 1,8 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan menangkap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah pada hari Selasa 7 Januari 2020. Operasi yang di gelar di Pendopo Sidoarjo ini tidak hanya menangkap sang Bupati saja, melainkan menangkap beberapa Pejabat Kabupaten Sidoarjo dan pihak swasta lainnya.

Dalam hasil penangkapannya tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti dari Pendopo Sidoarjo dan juga rumah dinas milik Saiful Ilah. Hasilnya  didapati uang senilai Rp. 1.813.300.000 dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut. [1]

“Dalam kegiatan tangkap tangan ini, total uang yang diamankan KPK adalah Rp 1.813.300.000. KPK akan mendalami lebih lanjut terkait dengan hubungan barang bukti uang dalam perkara ini,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (8/1/2020). Seperti dilansri dalam kompas.com.  Selanjutnya, beberapa orang yang terjaring dalam OTT tersebut di bawa ke mapolda Jawa Timur untuk dimintai keterangan. Kemudian mereka di terbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut di gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga: Papeda sebagai Makanan Pokok Indonesia Timur

Ditetapkan Jadi Tersangka, Hingga Budaya Korupsi di Sidoarjo.

KPK akhirnya menetapkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menjadi tersangka dugaan kasus penyuapan pengadaan barang dan jasa. Dari hasil penyidikan dan penyelidikan tersebut terdapat sejumlah nama yang ikut terseret dalam kasus ini. Antara lain Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Kadis PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Sunarti Setyaningsih, Pejabat Komitmen PU Judi Tetrahastoto, dan Kabag Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji. Kemudian dua tersangka lainnya yaitu Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi.

Dalam kasus ini, para tersangka yang menerima suap tersebut dijerat pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Sedangkan dua tersangka yang memberi suap dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a dan b juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sebelum kasus Saiful Ilah ini muncul, ternyata dulu juga pernah terjadi kasus korupsi yang dilakukan oleh Bupati Sidoarjo sebelumnya yaitu Win Hendarso. Dimana pada saat itu, Saiful Ilah menjabat sebagai Wakil Bupati. Seakan akan tidak belajar dari kasus yang menimpa rekan “sejawat”nya itu, kini Saiful Ilah justru terlibat dalam kasus serupa.

Sumber:

[1]https://nasional.kompas.com/read/2020/01/09/05525811/kronologi-ott-bupati-sidoarjo-dan-penyitaan-uang-rp-18-miliar?page=all