Hati-hati! Daging Punya Nutrisi yang Berbahaya
beirtapapua.id - ilustrasi daging merah (foto : istimewa)

Daging memang punya rasa yang begitu memikat. Baik itu daging asli maupun daging olahan. Namun, daging juga mempunyai nutrisi yang tidak baik bagi tubuh, maka dari itu terlalu banyak dan sering memakan daging justru berbahaya. Khususnya daging olahan.

Daging memang sumber protein yang baik. Namun, daging olahan memiliki kandungan yang lebih berbahaya dari daging merah. Daging olahan adalah segala jenis daging yang sudah melewati proses tambahan. Misalnya, menambahkan garam, mengasap, hingga penambahan bumbu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, daging olahan biasanya sudah mengandung zat tambahan. Misalnya, aditif, tinggi sodium, sirup jagung (HFCS), hingga nitrat. Zat tersebutlah yang berbahaya.

Zat yang paling berbahaya dalam daging olahan adalah nitrat dan nitrit. Kedua zat ini mampu memproduksi zat nitrosamin yang bersifat karsinogenik. Artinya, zat tersebut dapat memicu kanker.

Adapun kanker yang dapat timbul dari mengonsumsi dua zat tersebut antara lain kanker pada bagian pencernaan. Seperti kanker perut, usus besar, bahkan kanker pankreas.

Terlalu sering mengonsumsi daging olahan mampu meningkatkan risiko kanker hingga 2 persen. Makna terlalu sering adalah mengonsumsinya setiap hari.Lantas, bagaimana dengan dangi tanpa olahan?

Apakah daging tanpa olahan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan?

Kandungan Nutrisi Daging Merah Dapat Memicu Kanker

Ahli onkologi dari Cleveland Clinic, Alok Khorana, menyebut daging merah juga berpotensi besar memicu beberapa jenis kanker. Salah satunya kanker usus besar. Hal ini karena daging merah juga mengandung nitrat dan nitrit meski jumlahnya tak sebanyak daging olahan.

Selain itu, cara mengolah daging pun perlu kita perhatikan. Membakar atau mengasap daging memicu zat karsinogen yang menyebabkan kanker. Kemudian, teknik menyimpan daging pun berpengaruh pada kandungan gizi dan nutrisi daging.

Baca Juga : Data PNS Misterius, Terima Gaji tapi Tak Ada Orangnya

Ada beberapa hal lain yang perlu kita perhatikan saat mengolah dan menyimpan daging.
Pertama, jangan cuci daging dengan air. Hal ini hanya akan menambah jumlah bakteri pada daging. Selain itu, mencuci daging mempercepat proses pembusukan daging sehingga nutrisinya hilang.

Selanjutnya, simpan daging pada wadah yang kedap udara. Hal ini berpengaruh pada proses pembusukan daging. Kita juga perlu memerhatikan suhu penyimpanan daging. Usahakan menyimpannya dalam suhu antara 1 hingga 5 derajat celcius.

Jika suhu kurang dari itu, maka bakteri pada daging akan lebih cepat berkembang. Juga, jangan simpan daging mentah bersamaan dengan daging yang sudah diolah atau dimasak. Ini hanya akan membuat daging tertular bakteri.

Dengan demikian, daging yang kaya akan protein akan terjaga nutrisinya. Sudah sepatutnya hidup sehat bermula dari cara mengolah makanan dengan baik dan benar. Termasuk salah satunya membaca doa sebelum mengolah dan makan.