Hati-hati! Ini Bentuk Puasa yang Tertolak
ilustrasi ibadah puasa (foto : istockphoto/ferlistockphoto)

Memiliki ibadah puasa yang afdhol adalah impian semua umat muslim. Dapat berpuasa 1 bulan penuh, serta mendapatkan berkah Ramadhan. Termasuk Allah menerima semua ibadah mereka dalam bulan suci tersebut.

Kemudian, untuk mendapatkan hal tersebut, kita perlu memerhatikan cara kita berpuasa. Misalnya, tidak melakukan hal yang membatalkan puasa. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting. Yakni, memahami bentuk puasa yang tertolak.

Jika puasa tertolak, maka batal pula ibadah tersebut. Seorang ulama salaf mengatakan,

من ثواب الحسنة الحسنة بعدها، ومن جزاء السيئة السيئة بعدها

“Ganjaran amal shalih adalah amal shalih setelahnya. Dan ganjaran dosa adalah dosa setelahnya.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/417)

Selanjutnya, perkataan tersebut menjelaskan tentang perkara dosa yang membuat ibadah puasa menjadi sia-sia. Terdapat dua hal yang dapat membuat puasa kita tertolak. Berikut ini perilaku yang dapat membuat puasa sia-sia.

1. Berniat untuk Bermaksiat Setelah Ramadhan

Pertama, perkara niat. Bahwa kita dapat mengetahui keberhasilan ibadah puasa kita ketika setelah Ramadhan kita senantiasa berbuat kebaikan. Hal ini mengacu pada perkataan ulama salaf sebelumnya.

Tanda bahwa Allah menerima amalan kita adalah rasa senang dan ringan dalam berbuat kebaikan. Namun, jika setelah Ramadhan kita tetap bermaksiat, maka ini tanda bahwa boleh jadi ibadah kita tertolak.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 27,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ .

“Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Maidah: 27)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menerima amalan orang yang bertakwa. Lantas, apakah mereka yang berniat untuk kembali bermaksiat termasuk orang yang bertakwa?

Baca Juga : Lutut Sering Bunyi? Hati-hati Gejala Osteoartritis

Mari kita perhatikan kalimat berikut. Ka’ab bin Mâlik radhiyallâhu an’hu berkata,

من صام رمضان وهو يحدث نفسه أنه إذا خرج رمضان عصى ربه ، فصيامه عليه مردود

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, lalu terbesit dalam hatinya (berniat) untuk berbuat maksiat setelah Ramadhan, maka sejatinya puasanya tertolak.” (Latha’iful Ma’arif vol. 1 hal 215).

2. Tidak Salat ketika Menjalani Ibadah Puasa

Salat adalah ibadah yang utama. Bahkan, amalan tersebut termasuk ke dalam rukun Islam. Begitu pentingnya salat, hingga Allah akan menghisab amalan tersebut pertama kali saat kita meninggal.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Apa jadinya ketika kita tidak salat saat berpuasa? Seperti ember bolong yang kita isi air, maka puasa kita akan sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, no. 82)

Dalam Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan lebih lanjut perihal hadis tersebut. Bahwa, puasa akan tertolak mana kala kita tidak melakukan salat.

“Kami katakan, ‘Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.’ Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah darinya.”