Sembuh Corona Berpotensi Fibrosis
Penyakit Fibrosis

Pasien Sembuh Corona Berpotensi Fibrosis – Corona adalah virus yang mengerikan. Ia menyerang paru-paru manusia dan menyebabkan kerusakan serius padanya. Berbeda dengan tuberkulosis (TBC) yang bekerja relatif lambat. Virus corona mampu merusak paru-paru manusia dalam waktu yang cepat. Dalam waktu 2 sampai 14 hari, pengidap akan mengalami gejala. Mulai dari gejala ringan hingga gejala serius. Bahkan, kematian.

Sembuh Corona Berpotensi Fibrosis

Saat virus corona masuk ke dalam tubuh, mereka akan menempel pada saluran pernapasan manusia. Kemudian, mereka berkembang biak dan bersembunyi. Mereka menyuntikkan RNA pada sel tubuh dan mengubahnya menjadi virus.

Setelah berkembang, tak sedikit virus yang kemudian menyebar ke organ tubuh lainnya. Ini sebabnya mengapa corona begitu berbahaya. Ia tak hanya menyebabkan kerusakan pada paru, namun juga menyerang organ lain.

Adapun komplikasi dari corona dapat menyebabkan gangguan jantung, hati, bahkan ginjal. Mereka yang memiliki antibodi yang kuat akan mampu menangkal virus ini. Pasien corona yang sembuh biasanya mendapatkan perawatan berupa obat-obatan dan peningkatan imun tubuh.

Namun, pasien yang sembuh belum dapat lepas dari dampak kerusakan virus ini. Salah satunya adalah fibrosis. Apa itu fibrosis?

Mengenal Fibrosis: Mengerasnya Paru-paru

Baca juga: Ada Lagi Gunung Emas di Pegunungan Bintang Papua

Mengutip halodoc, fibrosis adalah kondisi ketika terbentuk jaringan parut pada paru-paru manusia. Maksudnya, ada bagian dari paru yang menjadi kaku dan mengeras. Hasilnya, paru-paru tidak dapat bekerja secara maksimal.

Kasus ini biasa terjadi pada perokok, genetik, pernah pengidap pneumonia berat, dan TBC. Namun, studi dari Tiongkok menyebut, penyintas corona berpotensi mengalami fibrosis. Dari sepertiga dari 9 persen pasien corona memiliki penurunan fungsi paru setelah sembuh.

Dokter Spesialis Paru, Dianiati K. Sutoyo, menyebut kasus fibrosis setelah corona tidaklah selalu terjadi. Adapun gejala fibrosis antara lain:

  1. Sesak napas
  2. Kelelahan atau lemas
  3. Batuk kering
  4. Berat badan turun tanpa sebab
  5. Nyeri otot dan sendi

Sebagian dokter setuju bahwa tidak ada obat yang dapat menyembuhkan fibrosis. Namun, ada beberapa perawatan yang dapat mengurangi kerusakannnya. Misalnya seperti terapi oksigen dan rehabilitasi paru. Atau, dalam kasus ekstrem, melakukan transplantasi paru.

Dengan demikian, virus corona begitu kejam. Jangan tunggu giliran hingga terjangkit virus tersebut. Terus jaga protokol kesehatan dan kesehatan!