Helm Hilang
Helm Hilang Tanggung Jawab Siapa

Helm Hilang Tanggung Jawab Siapa? – Pernah kehilangan helm di tempat parkir sebuah tempat? Jika persitiwa demikian terjadi, menjadi tanggung jawab siapa? Apakah anda tahu pada karcis parkir tempat kita menitipkan kendaraan bermotor? Hampir dipastikan akan kita temukan tulisan “kehilangan bukan tanggung jawab dari pengelola parkir”. Lantas tanggung jawab siapa?

Kalimat “kehilangan bukan tanggung jawab pengelola parkir” merupakan klausul baku dalam suatu perjanjian. Klausul baku dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen didefinisikan sebagai ketentuan yang dipersiapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha atau penyedia jasa. Klausula baku ini biasanya akan didistribusikan sebagai disclaimer. Tujuannya untuk mengalihkan atau menghapus sama sekali tanggung jawab dari pelaku usaha atau penyedia jasa.

Lebih khususnya, klausula baku yang mencantumkan pengalihan atau penghapusan tanggung jawab disebut dengan klausula eksonerasi. Dalam UU Perlindungan Konsumen, klausula eksonerasi merupakan klausula yang dilarang dicantumkan dalam sebuah perjanjian baku. Pasal 18 ayat (1), huruf a, UU Perlindungan Konsumen menyebutkan Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha.

Lantas, Kehilangan Helm di Tempat Parkir Menjadi Tanggung Jawab Siapa?

Helm Hilang
Helm Hilang Tanggung Jawab Siapa. Sumber: Google

Baca juga: Pohon Sa’dan: Gambaran Jembatan Shirat di Akhirat

Berdasarkan Pasal 1694 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), sebuah tempat jasa penitipan adalah terjadi apabila seseorang menerima suatu barang dari orang lain. Tetapi dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam wujud asalnya. Maka, lanjut berdasarkan pada Pasal 1706 KUHPerdata. Penyedia layanan jasa penitipan parkir harus mengembalikan barang-barang yang dititipkan dalam wujud asalnya atau seperti sedia kala.

Berdasarkan peraturan perundangan yang disebutkan di atas, maka pengelola tempat parkir, merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap titipan kendaraan bermotor, beserta bawaannya. Maka helm yang hilang merupakan tanggung jawab dari pengelola jasa parkir. Adapun klausula baku dan klausula eksonerasi yang dicantumkan pada karcis parkir, dianggap batal atau tidak bisa dijadikan alasan untuk menghilangkan tanggung jawab dari pengelola parkir.

Hal ini terjadi jika pengelola parkir merupakan sebuah badan usaha yang kerap kita temui pada kantor-kantor maupun pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Tapi jika penyedia layanan parkir merupakan Juru Parkir (Jukir) liar? Aturan tersebut tetap berlaku bagi siapapun juga. Namun jika kita meminta pertanggung jawaban dari jukir liar, apa yang akan terjadi?