Hotel Sahid Menjadi Rumah Sakit Sementara di Kota Jayapura
beritapapua.id - Hotel Sahid Menjadi Rumah Sakit Sementara di Kota Jayapura - Agoda

Hotel Sahid yang terletak di Kota Jayapura dialih fungsikan oleh di Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura. Yang mana hotel yang berlokasi di Entrop, Distrik Jayapura Selatan tersebut dijadikan rumah sakit rujukan untuk merawat pasien positif Covid-19.

Dilansir dari Jubi.co.id, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menangani dan merawat seluruh pasien. Lantaran pihak pemerintah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Setelah sebelumnya pihaknya juga sudah menyerahkan surat keputusan terkait hal tersebut kepada Wakil Gubernur. Yang telah mendapat respons positif, dimana pemerintah memberi bantuan dana sebesar Rp5 Miliar. Meskipun begitu, hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika kedepannya tetap akan diterapkan isolasi mandiri jika ada didapati kasus.

Walikota juga menambahkan bahwa pihaknya juga meminta agar tidak usah ada pembelian alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Sebab untuk saat ini Kota Jayapura sudah memiliki enam unit. Ia menambahkan bahwa saat ini Pemkot Jayapura justru membutuhkan sekarang adalah cartridge TCM. Dan mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Baca Juga: Kabupaten Papua Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Pasien Yang Dirawat di Hotel Sahid Jayapura Dinyatakan Sembuh

Kabar bahagia juga datang dari Walikota Benhur Tomi Mano terkait tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19. Dimana pasien yang dikarantina dan dirawat di Hotel Sahid, Entrop tingkat kesembuhannya sudah mencapai 400an orang pasien. Hotel Sahid yang menjadi tempat karantina sekaligus perawatan pasien Covid-19 tercatat telah menjalankan isolasi terhadap sekitar 600an orang pasien dengan didampingi tenaga kesehatan. Adapun para Petugas kesehatan yaitu dokter dan tenaga medis tersebut siap mendampingi selama 24 jam di Hotel Sahid.

Di Hotel Said sendiri selama menjalani karantina, para pasien positif Covid-19 ini diajak untuk selalu hidup sehat. Yaitu dengan berolahraga serta diberi obat-obatan dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun sayang pihak Pemkot Jayapura berencana menutup lokasi karantina akibat keterbatasan anggaran. Dan banyak pasien positif yang lakukan karantina mandiri akibat keterbatasan tempat penampungan. Hal ini lantaran Pemkot Jayapura tidak akan memperpanjang kontrak hotel tersebut. Selanjutnya bagi warga yang positif namun kondisinya sakit ringan hingga sedang akan lakukan karantina mandiri. Namun demikian tetap diberikan pemantauan dan diberi obat serta vitamin.