Hukuman Mati Bagi Oknum Polisi Pengedar Narkoba
Beritapapua.id - Hukuman Mati Bagi Oknum Polisi Pengedar Narkoba - Halo Semarang

Hukuman Mati Bagi Oknum Polisi Pengedar Narkoba – Tertangkapnya perwira Kompol IZ, yang diduga terlibat peredaran narkoba jenis sabu, membuat wacana hukuman mati bagi aparat yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba kembali mencuat.

“Dia yakin yang bersangkutan sudah mengetahui konsekuensi yang bakal diterimanya. Anggota yang terlibat harus dihukum mati, karena sebenarnya dia tahu undang-undang dan dia tahu hukum,” tegas Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Minggu (25/10).

Untuk itu, Argo pun meminta agar anggota Polri jangan sampai memakai barang haram tersebut, apalagi terlibat sebagai pengedar. Argo pun menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Idham Aziz tidak akan mentolerir perbuatan tersebut.

“Menurut Kapolri jika ada oknum Polisi yang terlibat peredaran barang haram tersebut harus dihukum mati. Komitmen Kapolri Jenderal Idham Azis sangat jelas dan tegas. Oknum anggota yang terlibat harus dihukum mati karena yang bersangkutan tahu undang-undang dan tahu hukum,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono dalam keterangan resminya, Minggu (25/10).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Aziz juga sudah mengingatkan anggota Polri untuk tidak terlibat dalam kasus penyalahgunakan narkoba. Tidak main-main, Idham bahkan akan memberikan hukuman mati bagi anggotanya yang tertangkap karena penyalahgunakan narkoba. Hal ini disampaikan Idham di sebuah acara pemusnahan narkoba di Polda Metro Jaya, pada Kamis (2/7) silam.

Baca Juga: Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Zebra Kota Sorong

Kemuakan dari Kapolri

Pengamat Kepolisian dari Universitas Andalas, Ilhamdi Taufik menilai bahwa pernyataan Kapolri terkait hukuman mati bagi anggota Polri yang terlibat narkoba adalah sebuah bentuk kemuakan.

“Begitu Kompol Imam itu tertangkap di Kota Pekanbaru, lalu polisi meminta hukuman mati. Ini suatu statement yang cukup menggugah, walaupun ada sebagain masyarakat pesimis. Namun baru kali ini pimpinan polri menyerukan sedemikan dahsyatnya. Karena apa? Karena mereka telah muak melihat kejahatan-kejahatan yang dilakukan para anak buahnya. Dan ini sudah menjadi rahasia umum,” kata Ilhamdi, melalui sebuah wawancara di RRI, Senin (26/10).

Ilhamdi juga mengatakan bahwa akuntabilitas dan transparansi Polri dalam menangani kasus keterlibatan aparat kepolisian dalam pengedaran narkoba patut mendapat apresiasi.

“Ada transparansi dan akuntabilitas jika aparat hukum terlibat dalam sirkulasi hitam narkoba ini. Misalnya running teks yang saya baca dari Kapolri itu,” ujar Ilhamdi.