ICW: Dewan Pengawas Lamban
beritapapua.id - ICW: Dewan Pengawas Lamban - Kompas

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Dewan Pengawas (Dewas) KPK bekerja lamban dalam mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan ketua KPK Komjen Firli Bahuri. Firli sendiri dilaporkan oleh Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) pada Rabu 24 Juni kepada Dewan Pengawas.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan dalam surat tertulis, bahwa tindakan Firli yang menggunakan helikopter mewah dalam perjalanan pulang ke kampungnya dari Baturaja menuju Palembang adalah pelanggaran etik.

Dikutip dari akurat, Kurnia mengatakan, “Secara kasat mata, tindakan Firli tersebut sudah dapat dipastikan melanggar kode etik, karena menunjukkan gaya hidup hedonisme. Bahkan lebih jauh, tindakan Firli juga berpotensi melanggar hukum jika ditemukan fakta bahwa fasilitas helikopter itu diberikan oleh pihak tertentu sebagai bentuk penerimaan gratifikasi.”

Kurnia menyayangkan bukti yang diberikan kepada Dewas belum menemui kemajuan. Sampai saat ini, Dewan Pengawas memang belum mengambil keputusan terhadap Firli.

Atas dasar tersebut, Kurnia kemudian menyimpulkan bahwa keberadaan Dewas tidaklah dibutuhkan di KPK. Menurutnya, dewan pengawas KPK tidak lebih baik dari Deputi Pengawas Internal KPK.

Kurnia kemudian mencontohkan tindakan yang diambil Deputi Pengawas Internal KPK terhadap dua pimpinan KPK sebelumnya, Abraham Samad dan Saut Situmorang. Sedang untuk kasus Firli, Kurnia menilai Dewas sangat lambat.

Dikutip dari medcom, MAKI menilai Firli pantas diproses hingga sidang etik atas laporan dugaan penggunaan helikopter mewah. Dewas KPK mesti masuk dalam tahapan itu.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan pihaknya bakal menggugat Dewas KPK bila tidak tegas menyimpulkan dugaan pelanggaran tersebut. Keputusan Dewas KPK yang tak tegas dinilai perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Tempat Karaoke Milik Ahmad Dhani Disegel Pemprov

Sidang Etik Firli Akan Digelar Tertutup

Saat diwawancarai Rabu 8 Juli, Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan bahwa Dewas masih mengumpulkan bahan keterangan terkait aduan helikopter Firli. Tumpak pun enggan memberikan informasi tambahan mengenai jumlah saksi yang diperiksa, dan kapan sidang etik digelar untuk kasus helikoper Firli.

Anggota Dewas KPK, Albertina Ho mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar sidang dugaan pelanggaran etik. Nantinya sidang akan digelar tertutup namun hasilnya akan diungkap ke publik.