IJTI Papua Barat,
beritapapua.id - IJTI Papua Barat,"Tidak Ada Lagi Jumpa Pers Tatap Muka" - klikpapua

IJTI Papua Barat,”Tidak Ada Lagi Jumpa Pers Tatap Muka” – Semua pihak berupaya mencegah laju penyebaran Covid-19 melalui berbagai langkah seperti physical distancing, melarang kerumunan, serta menghentikan berbagai aktivitas di luar rumah dan menggantinya dengan work from home atau bekerja dari rumah.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pengurus Daerah (Pengda) Papua Barat meminta kepada semua pihak untuk meniadakan peliputan atau konferensi tatap muka. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat di Indonesia.

Chanry melihat di wilayah Papua Barat, masih terjadi gelaran konferensi pers. Hal itu justru  menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19. “Jika ini terjadi tidak hanya menambah jumlah pasien yang tertular, namun juga sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang tengah meliput,”ungkap Chanry Andrew.

Sementara itu seluruh stasiun televisi sudah bertindak benar dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi. Hal ini untuk memperkecil kerumunan Jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona.

Baca Juga: APD dan Perangkat Penanganan Covid untuk Kaimana

Konferensi Pers Mulai Dikurangi

IJTI Papua Barat mendesak semua pihak untuk meniadakan konferensi pers dalam kondisi wabah korona saat ini, dan menghadirkan banyak orang. “Kami dari IJTI Papua Barat siap membantu pemerintah ataupun pihak Satgas Covid-19 di Papua Barat hingga kabupaten/ kota untuk mengadakan konferensi pers secara virtual,” ungkap Chanry.

Chanry juga mendesak, agar dapat dilakukan Rapid Test kepada jurnalis yang setiap saat melakukan peliputan Covid-19. “Karena jurnalis sangat riskan sekali terpapar, mengingat standar dan keterbatasan APD (Alat Perlindungan Diri) saat melakukan peliputan, apalagi Kontributor Televisi yang harus menyediakan sendiri APD,” harapnya.

Chanry secara tegas menyampaikan, jika ada media atau redaksi yang memaksa jurnalis Televisi meliput pemakaman korban Covid-19. Agar dilaporkan ke IJTI Pusat supaya medianya ditegur.

Dalam kesempatan ini, Chanry sebagai Ketua IJTI Papua Barat menyampaikan selamat bertugas bagi seluruh jurnalis televisi di Papua Barat. Sekaligus kepada jurnalis media cetak dan online dalam peliputan perkembangan wabah Covid-19 dan tetap berdoa dan berusaha menjaga kesehatan dan keselamatan.

“Kawan-kawan sebagai garda terdepan dalam peliputan untuk memberitakan kepada publik tentang wabah korona, saya menyampaikan selamat menjalankan tugas mulia ini, tetap berdoa, jaga kesehatan dan keselamatan. Tuhan bersama kita semua,” ujarnya.