Imbas Covid-19, Gojek dan Grab PHK Ratusan Karyawan
beritapapua.id - Imbas Covid-19, Gojek dan Grab PHK Ratusan Karyawan - Republika

Imbas Covid-19, Gojek dan Grab PHK Ratusan Karyawan – Kabar duka datang dari dua perusahaan unicorn Indonesia, Gojek dan Grab. Dalam sepekan, Grab melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 360 di seluruh negara operasionalnya, termasuk Indonesia. Sedangkan Gojek menyusul dengan PHK terhadap 430 karyawannya.

Keputusan tersebut merupakan imbas pagebluk Covid-19. Duo startup unicorn tersebut dipaksa memangkas tenaga kerjanya lantaran tak mampu menghadang gempuran dampak Covid-19 empat bulan berturut-turut.

Adapun PHK yang dilakukan oleh Grab setara dengan 5 persen karyawan miliknya. Sedangkan untuk Gojek, pemutusan hubungan kerja mencapai 6 persen dari karyawan miliknya. Dilansir dari Kompas, PHK dilakukan pada bidang layanan GoLife dan GoFood Festival.

CEO dan Co-Founder Grab, Anthony Tan, memberikan keterangannya terkait PHK tersebut. Menurutnya, pandemi corona telah berdampak pada bisnis Grab sejak Februari lalu. Berbagai macam cara digunakan agar roda ekonomi perusahaan tetap berjalan.

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah meninjau semua komponen biaya, mengurangi pengeluaran, dan menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior,” kata Anthony.

Senada dengan Anthony, co-CEO Gojek, Andre Sulistyo dan Kevin Aluwi, angkat bicara. Pagebluk virus corona menggempur Gojek dengan hal-hal yang tidak terduga.

“Kami tidak cukup mengantisipasi adanya penurunan yang tidak dapat dihindari seperti pandemi yang terjadi saat ini, dan sekarang kami membayar harganya,” jelas Andre, dikutip dari Kompas.

Menghadapi hal tersebut, kedua perusahaan raksasa tersebut dikabarkan akan berfokus pada bisnis uang elektronik. Melansir dari TeknoKompas, Gojek dikabarkan mendapat kucuran dana dari Facebook dan Paypal.

Baca Juga: Menikah Baru 4 Bulan Kalina Oktarani kembali Dikabarkan Bercerai

Imbas Covid-19, Bagaimana Nasib Driver?

Driver atau ojek online kedua perusahaan tersebut merupakan pihak yang tidak terdampak secara langsung. Pihak Gojek menyampaikan bahwa bisnis logistik menjadi fokus Gojek ke depannya. Layanan seperti transportasi (GoRide), layanan pesan antar makanan (GoFood), dan uang elektronik (GoPay), menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan.

“Di samping juga layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi seperti bisnis logistik, yang tumbuh 80 persen sejak awal pandemi atau layanan belanja kebutuhan sehari-hari (grocery) yang telah naik dua kali lipat,” kata pihak Gojek, dikutip dari kompas.