Implementasi UU Perlindungan Konsumen PLN Melalui Sentuhan Jari
Implementasi UU Perlindungan Konsumen PLN Melalui Sentuhan Jari

Implementasi UU Perlindungan Konsumen PLN Melalui Sentuhan Jari – Pelanggan atau konsumen, merupakan penikmat jasa atau produk. Konsumen dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU Perlindungan Konsumen). Pelanggan PLN pun tak lepas dari UU ini. PLN Sebagai penyedia jasa listrik nasional wajib memberikan kualitas dan pelayanan dalam koridor yang ditentukan pula dalam UU ini. Meskipun ia hadir awalnya sebagai jawatan milik negara.

Untuk merayakan hari Konsumen Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Maret. PLN melalui live streaming, memberikan informasi mengenai peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan aplikasi mobile atau digitalisasi pelayanan PLN secara menyeluruh yang dapat diakses oleh seluruh pelanggan PLN dengan sentuhan jari.

Hak Atas Informasi Produk dalam UU Perlindungan Konsumen

Baca juga: Caligula, Kaisar Gila yang Hampir Menginvasi Britania

Menurut Zulkifli Zaini, Direktur Utama PLN, sebagai pihak penyelenggara. PLN hadir dengan digitalisasi pelayanan, untuk memenuhi hak-hak pelanggan sebagaimana yang diatur di dalam UU Perlindungan Konsumen. Dalam era keterbukaan, melalui layanan digital, pelanggan bisa mengetahui produk dan penggunaan layanan yang menjadi kewajiban bayarnya, melalui aplikasi yang dapat diakses di mana saja.

Hak atas informasi yang benar dan jelas serta jujur ini, sesuai dengan Pasal 4 ayat (3) UU Perlindungan Konsumen, yang berbunyi ”Hak Konsumen adalah, hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.”

Hal ini kemudian dipertegas oleh Komisaris Utama, Amin Suryanadi yang menyorot tiga hal yang harus dipenuhi oleh PLN, dan dihadirkan melalui layanan digital. Tiga hal tersebut yakni quality, price dan delivery.

Delivery merupakan hak pelanggan atas layanan kelistrikan yang diberikan oleh PLN. Jadwal perbaikan yang mengakibatkan listrik mati, semua tersedia dalam layanan digital yang dapat diakses oleh semua pelanggan.

Price, harga atau tarif dasar listrik yang ditentukan oleh pemerintah, harus bisa diakses oleh masyarakat di mana saja, melalui layanan digital ini, masyarakat semakin dimudahkan perihal beban pemakaian serta kewajiban berdasarkan tarif daftar listrik yang menjadi pemakaiannya.

Quality, PLN harus bisa menyediakan informasi mengenai tegangan listrik yang mungkin menjadi keluhan dari konsumen, yang bisa dilaporkan melalui aplikasi pada setiap gawai pintar yang hampir dimiliki oleh semua orang.

Ganti Rugi Pelanggan

Baca juga: Bikin Gregetan, Tapi Pesepeda Dilindungi UU Lalu Lintas

Dalam UU Perlindungan Konsumen, Pasal 4, Ayat 8, konsumen mempunyai hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/ataupenggantian, apabila barang dan/atau jasa yangditerima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidaksebagaimana mestinya.

Hal ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Kelistrikan. Menurut Zulkifli, penggantian atau kompensasi merupakan hak konsumen yang bisa diperoleh jika kerugian tersebut merupakan tanggung jawab yang disebabkan oleh PLN.

Dengan adanya layanan digital, kerugian yang dialami oleh konsumen bisa diunggah langsung melalui aplikasi serta dipelajari oleh PLN.

PLN mungkin merupakan satu dari sekian perusahaan plat merah yang memberikan pelayanan ini secara maksimal. Seperti yang pernah terjadi pada hari Minggu, 4 Agustus 2019 yang lalu. Ketika peristiwa mati lampu massal yang terjadi di Jakarta. PLN pada saat itu menyediakan kompensasi sebesar Rp840 miliar dan tercatat sebagai kompensasi terbesar di dalam sejarah.

Cara untuk memperoleh kompensasi tersebut pun dilakukan secara digital, yakni mengisi data pelanggan melalui laman web yang telah disediakan khusus pada laman resmi PLN.

Tingkat Mutu Pelayanan PLN

Baca juga: YLKI: PLN Mobile Bisa jadi Contoh Public Service Lainnya

Menurut Tulus Abadi, Ketua YLKI, peningkatan kualitas pelayanan PLN di Indonesia mungkin menjadi salah satu pelayanan berbasis dua arah. Oleh sebab itu, hal ini yang tidak dimiliki perusahaan lain. Dalam artian, Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN merupakan standar pelayanan yang harus diimplementasikan oleh setiap personel PLN dan operator yang bersifat wajib.

Ini artinya, masyarakat sebagai pelanggan, harus mendapatkan mutu pelayanan yang harus sama seperti yang dijanjikan atau yang ditentukan oleh PLN. Karena TMP tersebut juga mempunyai implikasi sanksi bagi personel dan operator PLN yang tidak mengituti standar mutu.

Di sisi lain, Abdel Achrian, komedian sekaligus masyarakat dan pelanggan PLN yang juga pengguna PLN Mobile. Mengapresiasi hadirnya peningkatan mutu pelayanan secara digital oleh PLN. Menurutnya, salah satu keuntungan dari penggunaan aplikasi PLN ini adalah harga token yang lebih murah. Bahkan lebih murah dari harga token listrik yang biasa diperjual belikan oleh pihak ketiga atau bank konvensional.