Indonesia dan Sistem Pendidikan Ideal
Indonesia dan Sistem Pendidikan Ideal

Sistem pendidikan selalu menjadi topik paling hangat untuk dibicarakan di negeri ini. Problematika yang kian marak mengenai sistem institusi. Pendidikan yang memasang standar berbeda antara nasional dan internasional menjadi bahasan yang tidak pernah usai. Belum lagi terobosan dan kebijakan dari seorang menteri pendidikan yang selalu berubah-ubah setiap kali jabatan tersebut diampu oleh orang baru. Padahal pendidikan merupakan sebuah proses panjang yang dipengaruhi tidak hanya oleh kebijakan pusat melainkan peran besar seorang tenaga pendidik, lingkungan, fasilitas, dan kesiapan murid itu sendiri.

Menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan/pen·di·dik·an/ n proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik.

Baca Juga: Dapur Alam dan Pangan Kehidupan Masyarakat Bintuni

Sistem Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara

Bagi Ki Hajar Dewantara, mengalami langsung sesuatu hal adalah aktifitas belajar paling hakiki. Ketika murid belajar mengenai ilmu alam berarti mereka perlu dipaparkan secara langsung kepada fenomena alamiah yang sedang dipelajari. Pengalaman secara langsung tersebutlah yang menjadi proses belajar yang lebih intim dan mengena bagi murid. Sehingga murid tidak sekedar hafalan barisan kalimat tanpa paham konteks aslinya.

Jauh sebelum memasuki masa milenial, bangsa ini telah dihadiahi seorang Ki Hajar Dewantara yang telah meletakkan dasar pendidikan dan kebudayan nasional dengan visi jauh ke depan termasuk prediksi akan adanya arus dunia global yang harus disikapi dengan bijaksana agar bangsa Indonesia dapat berperan dalam pergaulan internasional dengan bermartabat dan dapat dihormati. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan nasional ialah pendidikan yang beralaskan garis- hidup dari hidup bangsanya (cultureel- nationaal). Hal tersebut ditujukan untuk keperluan perikehidupan (maatscappelijk) yang dapat mengangkat derajat negara dan rakyatnya, agar dapat  bekerja bersama-sama dengan lain-lain bangsa untuk kemuliaan segenap manusia seluruh dunia.

Pendidikan sejatinya mampu membangun sebuah generasi masyarakat yang berbudi, cerdas, dan berkepribadian baik. Memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan apa yang ia pelajari, sehingga mampu bekerja sama dan menghidupkan lingkungan yang saling mendukung, tumbuh, dan berkembang dalam menciptakan kehidupan yang solutif, adil, merata, dan berdaya.

Indonesia masih terus mencari bentuk pendidikan yang paling sesuai untuk mewadahi segala falsafah. baik itu  mengenai kebhinekaan, persatuan diatas perbedaan, dan menjadi bangsa dengan kepribadian yang membumi namun mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman di era teknologi dan kemajuan global. Indonesia dan generasi berkarakter masih menjadi mimpi yang sedang terus diusahakan bersama.